Suarautara.com,TOUNA– Program pengembangan ekonomi hijau melalui budidaya pisang Cavendish di Kabupaten Tojo Una-Una (Touna) mulai memasuki babak baru.
Penanaman perdana komoditas buah tropis premium tersebut dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 16 Mei 2026, yang dipusatkan di Pondok Pesantren Alkhairaat Bantuga, Kecamatan Ampana Tete.
Ketua Asosiasi Petani Pisang Cavendish Tojo Una-Una, Dr. H. Mahmud Lahay, SE, M.Si, menjelaskan bahwa prosesi penanaman tersebut akan dilakukan oleh Ketua Utama Alkhairaat, Ketua Umum PB Alkhairaat, bersama Bupati Tojo Una-Una.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Momentum ini dilaksanakan bertepatan dengan rangkaian peringatan Haul Guru Tua ke-58 sebagai wujud nyata kerja sama antara PB Alkhairaat dengan pihak perusahaan dalam memperkuat ketahanan pangan berkelanjutan,”ujarnya
Untuk tahap awal, lahan seluas 10 hektare telah disiapkan guna mendukung program ini. Hingga saat ini, sebanyak 25 berkas petani tahap pertama telah diserahkan kepada pihak perusahaan dan bank untuk proses verifikasi, sementara pendaftaran tahap kedua terus berjalan.
Mahmud menambahkan bahwa para petani yang lolos verifikasi nantinya akan diundang ke kantor asosiasi untuk menerima petunjuk teknis langsung dari pihak penyokong dana dan perusahaan.
Sebagai langkah pematangan kerja sama, jajaran pengurus asosiasi bersama Sekretaris Jenderal PB Alkhairaat dijadwalkan bertolak ke Lampung, Bandung, dan Jakarta pada 1 Juni mendatang.
Kunjungan tersebut bertujuan untuk meninjau laboratorium jaringan bibit unggul serta melihat langsung manajemen perkebunan dan alur ekspor ke Timur Tengah di kantor pusat PT AGRIFRESH.
Budidaya pisang Cavendish, khususnya varietas MW1, dinilai memiliki prospek ekonomi yang tinggi karena daya simpan yang lebih lama dan permintaan pasar modern yang besar.






















