Suarautara.com,MAKASAR– Pesawat Wings Air jenis ATR 72 yang membawa rombongan kepala daerah asal Sulawesi Tengah dilaporkan mengalami kendala teknis sesaat setelah lepas landas dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar pada Rabu pagi (13/05/2026).
Pesawat dengan rute Makassar menuju Bandara Maleo Morowali tersebut sedianya mengudara pada pukul 06.30 WITA, namun pilot memutuskan untuk melakukan prosedur Return to Base (RTB) demi alasan keselamatan.
Informasi ini dikonfirmasi langsung oleh Bupati Buol, H. Risharyudi Triwibowo, yang berada di dalam penerbangan tersebut. Ia menjelaskan bahwa setelah lepas landas, pesawat sempat melakukan satu kali putaran di atas area bandara sebelum akhirnya mendarat kembali di landasan pacu. Sesaat setelah mendarat, seluruh penumpang langsung diminta turun dari kabin untuk menunggu penanganan teknis lebih lanjut oleh pihak maskapai dan otoritas bandara.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam penerbangan tersebut, tercatat sejumlah pimpinan daerah yang turut serta, di antaranya Bupati Poso Verna Inkiriwang, Bupati Morowali Utara Delis Hehi, Bupati Sigi Rizal Intjenae, dan Bupati Tojo Una-Una Ilham Lawidu. Selain rombongan kepala daerah, pesawat tersebut juga mengangkut sejumlah tenaga kerja asing yang dijadwalkan menuju kawasan industri nikel di Kabupaten Morowali.
Kehadiran para kepala daerah ini di Morowali merupakan bagian dari agenda menghadiri Rapat Koordinasi dan Evaluasi Program Prioritas Nasional.
Kegiatan tersebut difokuskan pada penguatan sinergi antara implementasi Asta Cita Presiden dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2025–2029 yang akan diselenggarakan di Gedung Serbaguna Matano Bungku.
Meski sempat mengalami hambatan teknis, Pemerintah Kabupaten Buol memastikan bahwa rangkaian agenda koordinasi dan konsolidasi pembangunan daerah tetap akan berjalan sesuai jadwal.
Rapat koordinasi tersebut rencananya tetap dihadiri oleh Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid bersama unsur Forkopimda tingkat provinsi, termasuk Pangdam XIII/Merdeka, Kajati Sulawesi Tengah, serta pimpinan instansi strategis lainnya yang telah diagendakan sebelumnya.






















