Banggai, Suarautara.com – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia, muncul kisah inspiratif dari seorang pemuda difabel asal Kabupaten Banggai bernama Rahman atau akrab disapa Odo.
Lahir pada 25 Desember 1993, Odo dikenal sebagai sosok mandiri yang pantang menyerah meski mengalami cacat bawaan sejak lahir.
Odo tinggal di Kelurahan Tanjung Tuwis, Kecamatan Luwuk Selatan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sehari-hari ia kerap terlihat mengendarai sepeda motor di sekitar lingkungan perkantoran Bukit Halimun. Keberaniannya mengendalikan motor dengan keterbatasan fisik membuat banyak orang kagum.
Apa pun saya usahakan sendiri. Selama masih mampu, saya tidak mau merepotkan orang lain,” ujar Odo kepada Suarautara.com, Sabtu (16/8/2025).
Putra pasangan Salingi dan Mongkolo, berdarah Muna, Sulawesi Tenggara ini merupakan anak kelima dari lima bersaudara.
Ia hanya menamatkan pendidikan sampai SD Maahas pada 2005, dan berharap suatu hari bisa mengikuti program Paket C agar bisa melanjutkan pendidikan.
Meski keterbatasan fisik dimilikinya, Odo tetap aktif dan penuh semangat. Ia bahkan pernah mengendarai motornya hingga Kabupaten Raha, Sulawesi Tenggara tanpa kendala berarti.
Selain itu, ia juga bekerja sebagai tukang kayu dan semen, serta gemar bermain futsal hingga sempat meraih juara empat dalam sebuah turnamen.
Yang menjadi keinginannya saat ini ialah bisa bertemu langsung dengan Bupati Banggai, Ir. H. Amirudin, MM., AIFO, dan Wakil Bupati Drs. H. Furqanuddin, MM.
Saya hanya ingin menyampaikan niat baik dan doa untuk beliau berdua agar selalu sehat dalam memimpin Kabupaten Banggai,” tutur Odo yang pernah menjadi bagian dari tim pemenangan pasangan tersebut pada Pilkada lalu.
Dalam momentum HUT RI ke-80, Odo juga menitipkan pesan agar ke depan masyarakat dengan keterbatasan bisa lebih dilibatkan dalam kegiatan kebangsaan, seperti parade maupun lomba.
Kami juga adalah putra-putri terbaik bangsa. Keterbatasan bukan alasan untuk menyerah, justru harus membuktikan bahwa kita bisa mandiri dan berusaha,” tegasnya.
Semangat juang Odo menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan fisik tidak menghalangi seseorang untuk berkarya dan berdikari. ( AM’ oks69 )












