Pemilihan 2024 di depan mata

Sabtu, 18 Mei 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pangkerego D. Zakaria

Pangkerego D. Zakaria

Penulis: Mantan Ketua Bawaslu Bolmong Pangkerego D. Zakaria

SUARAUTARA.COM, BOLMONG – Sekelumit Pelaksanaan Pemilu 2024 menjadi cerminan utama dalam melaksanakan tugas sebagaimana di amanatkan UU 10 tahun 2016.

Beberapa Kasus terungkap dalam pemilu 2014 bahwa kondisi politik kita lagi berada dalam lilitan masalah, baik masalah lama yang belum menemui pemecahan yang maksimal dalam meninvengadisir serta pemecahannya ditambah lagi masalah yang pernah terkubur dan muncul kembali dimana menyorot integritas penyelenggara yg makin ke sini makin mengalami penurunan citra dan kepercayaan di mata publik terutama soal penggelembungan suara dan soal sikap perilaku pribadi yang terjerat pada soal attitude.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kasus ini menjadi pelajaran bagi individu dan kelompok penyelenggara serta secara kelembagaan perlu kembali melakukan pembenahan soal integritas dan attitude yang cenderung dipengaruhi lingkungan dan kehidupan pribadinya (oknum).

Oknum yang kemudian melekatkan justifikasi kelembagaan menjadi tantangan tersendiri dalam lingkungan penyelenggara.

Ketika beberapa kasus terjadi dan terungkap menggambarkan bahwa kejadian yang tidak terungkap tentu lebih banyak dari kejadian yg sempat terungkap bagai fenomena gunung es.

Masalah lama yang kian menjadi tantangan selama ini bahwa kasus politik identitas tetap menjadi tantangan kali ini, soal netralitas makin menguat dan menjadi masalah utama dalam setiap pelaksanaan pemilu dan pemilihan, sehingga tetap menjadi perhatian utama dalam pemilihan 27 November 2024 mendatang.

Soal money politics makin menjadi dan mewabah hingga ke akar rumput seperti bak tak ramai pemilu tanpa money politic dan bahkan penelitian sosial menunjukan bahwa tingkat ketergantungan pemilih dalam menentukan pilihan tergantung dari nilai nominal dan hampir di semua daerah mengalami degradasi edukasi pemilih terkait perilaku pemilih yang tetap menjadi sorotan dalam pendidikan partisipasi di tingkatan grasstrack.

Tantangan terbesar ini harus menjadi perhatian utama bagi penyelenggara pada pemilihan 2024. (*)

Berita Terkait

Gus Lilur:  MBG Pasti Meroket Jika Tanpa Copet ‎
Muktamar Nahdlatul Ulama: Menjaga sang Pendiri NKRI dari Intervensi
RESENSI BUKU: Memoar Gus Bed, Menyusuri Jejak Keluarga Kyai Temboro
Indonesia di Era Prabowo–Gibran: Antara Harapan Besar, Tantangan Global, dan Ujian Geopolitik Dunia
Konversi Energi Kedua Republik Indonesia: Amanat Penderitaan Rakyat Madura
Syukuran HUT ke 44 Desa Lembah Kramat Berlangsung Meriah Camat Bambang Apresiasi Tingginya Semangat Gotong Royong Warga
Takziah 40 Malam Alm Ruslan Panigoro Pendiri Suarautara.com, Ustadz Ramli Hasan Ajak Perkuat Iman dan Bekal Akhirat
Selamat Hardiknas 2 Mei : SEKOLAH DAN “CACAT” SASTRA
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 28 Mei 2026 - 11:40 WITA

Gus Lilur:  MBG Pasti Meroket Jika Tanpa Copet ‎

Kamis, 21 Mei 2026 - 00:24 WITA

Muktamar Nahdlatul Ulama: Menjaga sang Pendiri NKRI dari Intervensi

Senin, 18 Mei 2026 - 15:49 WITA

RESENSI BUKU: Memoar Gus Bed, Menyusuri Jejak Keluarga Kyai Temboro

Rabu, 13 Mei 2026 - 22:59 WITA

Indonesia di Era Prabowo–Gibran: Antara Harapan Besar, Tantangan Global, dan Ujian Geopolitik Dunia

Rabu, 13 Mei 2026 - 05:07 WITA

Konversi Energi Kedua Republik Indonesia: Amanat Penderitaan Rakyat Madura

Berita Terbaru