Suarautara.com, Banggai – Pemerintah Desa Lembah Kramat menggelar acara syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-44 Desa Lembah Kramat yang berlangsung meriah di halaman Kantor Desa Lembah Kramat, Kecamatan Toili Barat, Sabtu (9/5/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Camat Toili Barat Bambang Isnanto Abdullah, S.Pd., MM bersama istri selaku Ketua PKK Kecamatan Toili Barat.
Turut hadir Anggota DPRD Banggai Helton Abd Hamid dari Fraksi Partai Golkar, Anggota DPRD Banggai Wajidah I. Moidady, SH, Kepala Desa Lembah Kramat Suratno, jajaran BPD, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta warga setempat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sambutannya, Camat Toili Barat Bambang Isnanto Abdullah menyampaikan apresiasi tinggi kepada masyarakat Desa Lembah Kramat yang dinilai masih menjaga kuat budaya gotong royong dan kebersamaan.
Menurutnya, meski saat ini pemerintah desa menghadapi pengetatan anggaran, namun hal tersebut tidak menyurutkan semangat masyarakat untuk tetap melaksanakan syukuran HUT desa murni dari secara swadaya.
Dari sini saya melihat betapa pentingnya nilai gotong royong masyarakat. Warga bisa mengumpulkan dana hingga Rp26 juta untuk pelaksanaan kegiatan ini. Ini menunjukkan masyarakat Desa Lembah Kramat sangat kompak,” ujar Bambang.
Ia berharap semangat kebersamaan yang ditunjukkan warga Desa Lembah Kramat dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain di wilayah Kecamatan Toili Barat.
Harapan saya seluruh desa di Kecamatan Toili Barat dapat mencontoh semangat gotong royong seperti yang ada di Desa Lembah Kramat,” pintanya.
Sementara itu, Anggota DPRD Banggai Helton Abd Hamid mengaku kagum dengan kehidupan masyarakat Desa Lembah Kramat yang dinilai sangat menjunjung tinggi toleransi dan keharmonisan antarumat beragama.
Menurut Helton, Desa Lembah Kramat merupakan desa yang lengkap dari sisi keberagaman agama, mulai dari Islam, Kristen, Hindu hingga Buddha, sehingga layak menjadi contoh desa harmonis di Kabupaten Banggai.
Ini desa yang sangat luar biasa karena masyarakatnya hidup rukun dalam keberagaman. Saya akan membawa pembahasan ini hingga tingkat provinsi sebagai contoh desa harmonis di bidang keagamaan,” ucap Helton.
Dalam kesempatan itu, Helton juga meminta kepada rekannya sesama anggota DPRD Banggai, Wajidah I. Moidady, agar dapat memperjuangkan program pembangunan jalan melalui pokok-pokok pikiran (Pokir) dewan guna mendukung pengaspalan jalan di Desa Lembah Kramat.
Permintaan tersebut langsung disambut antusias oleh warga yang hadir dalam acara syukuran.
Tak hanya itu, Helton juga menyampaikan komitmennya untuk membantu kelompok masyarakat melalui penyaluran bantuan alat pertanian serta mendukung berbagai program pelayanan masyarakat seperti pemeriksaan kesehatan, pengurusan KTP, KK, dan administrasi lainnya.
Kedepan kita harus bekerja sama menghadirkan program yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat,” tambahnya.
Kepala Desa Lembah Kramat, Suratno, dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Camat Toili Barat, anggota DPRD Banggai, forum desa, tokoh masyarakat, dan seluruh tamu undangan yang telah hadir dalam kegiatan syukuran HUT ke-44 Desa Lembah Kramat.
Ia juga menceritakan sejarah singkat berdirinya Desa Lembah Kramat yang penuh perjuangan dan cobaan sejak awal pembentukan desa.
Dulu saat awal pemukiman banyak cobaan dan penyakit, sehingga pemerintah dan masyarakat melakukan doa bersama agar warga diberikan keselamatan dan dijauhkan dari marabahaya,” ungkap Suratno.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan syukuran, Pemerintah Desa Lembah Kramat juga menggelar pertunjukan wayang kulit semalam suntuk yang disambut antusias masyarakat.
Dan dilangsungkan Pemotongan tumpang oleh kepala desa lembah Kramat yang di berikan pada camat toili barat.
Di akhir acara, Pemerintah Kecamatan Toili Barat kembali memberikan apresiasi kepada masyarakat Desa Lembah Kramat atas kekompakan dan semangat gotong royong yang terus dijaga hingga saat ini.
Camat Bambang menegaskan bahwa semangat kebersamaan para pendahulu harus terus diwariskan kepada generasi muda.
Dulu para pendahulu kita tanpa alat berat bisa membelah gunung hanya dengan semangat gotong royong.
Karena itu budaya kebersamaan ini harus terus dijaga agar Kecamatan Toili Barat tetap dikenal sebagai daerah heterogen yang rukun dan harmonis,” tutupnya.(AM’oks69)

























