Pegawai PPPK Tahun 2024 Diduga “Siluman”, 52 Orang Gagal Diangkat

Selasa, 15 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Touna, Suarautara.com – Proses pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahun 2024 di Kabupaten Tojo Una-Una (Touna) menuai polemik tajam. Dari total 105 peserta yang mengikuti seleksi tahap satu masih 52 orang yang dinyatakan tidak lolos seleksi ditahap dua Karen tidak mendapat formasi

Namun, pengangkatan tersebut justru memunculkan dugaan kuat adanya kejanggalan dan praktik tidak transparan.

Informasi yang dihimpun media ini mengungkap bahwa sebagian dari 89 nama yang diangkat sebagai PPPK diduga bukan berasal dari kalangan tenaga honorer yang seharusnya menjadi prioritas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bahkan, beberapa nama yang lolos disebut-sebut berprofesi sebagai pegawai bank, satpam BNI, sopir rental, penjual kue, hingga kurir. Mereka diduga tidak pernah menjalankan tugas sebagai honorer di instansi pemerintahan, namun justru berhasil lulus seleksi PPPK.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar di tengah masyarakat dan peserta seleksi lainnya. Terlebih, 52 peserta yang mengikuti seluruh tahapan seleksi secara sah dan memenuhi persyaratan justru tidak lulus tanpa penjelasan yang memadai.

“Ini jelas tidak adil. Kami sudah mengabdi bertahun-tahun sebagai honorer, ikut seleksi sesuai aturan, tapi malah tidak diangkat. Sementara yang tidak pernah terlihat di sekolah, bisa tiba-tiba diangkat,”ungkap salah satu peserta seleksi yang enggan disebutkan namanya.

Tak hanya itu, dugaan keterlibatan pihak sekolah dalam memberikan rekomendasi juga menjadi sorotan.

Sejumlah pihak mempertanyakan integritas sekolah-sekolah yang memberikan surat dukungan terhadap nama-nama yang akhirnya dinyatakan lulus.

Masyarakat dan para peserta yang merasa dirugikan mendesak agar pemerintah daerah, khususnya Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan instansi terkait, segera melakukan investigasi menyeluruh terhadap proses seleksi ini. Mereka menuntut adanya transparansi, audit data, dan jika perlu, pengusutan hukum bagi pihak-pihak yang terlibat dalam dugaan manipulasi.

“Kalau ini benar, sangat mencoreng integritas rekrutmen ASN. Pemerintah pusat harus turun tangan,” kata seorang tokoh masyarakat di Touna.

Sampai berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak BKD Touna maupun dinas pendidikan setempat.**”

Berita Terkait

Wabup Surya Lapasiri Hadiri Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis di Poso
TKKSD Tojo Una-Una Matangkan Draft Kerja Sama Daerah untuk Tingkatkan Pelayanan Publik
Mewakili Bupati Buol, Sekda Hadiri Halal Bihalal DLH, Tekankan Sinergi Lintas Sektor di RTH
Bahas LKPJ Bupati 2025, Komisi III DPRD Touna Evaluasi Capaian OPD Sektor Ekonomi
15 Desa di Touna Terima Bantuan Keuangan Rp1,035 Miliar dari Program Berani Berdering
Kompak, Bupati dan Wabup Buol Hadiri Peringatan HUT ke-62 Sulteng
Permandian Malotong Ramai Pengunjung, Tiket Masuk Cuma Rp5.000
Tradisi Doa Syukuran Nelayan Bailo Baru, Harmoni Budaya dan Rasa Syukur di Pesisir Ampana

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 18:14 WITA

Wabup Surya Lapasiri Hadiri Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis di Poso

Rabu, 15 April 2026 - 18:05 WITA

TKKSD Tojo Una-Una Matangkan Draft Kerja Sama Daerah untuk Tingkatkan Pelayanan Publik

Rabu, 15 April 2026 - 12:13 WITA

Mewakili Bupati Buol, Sekda Hadiri Halal Bihalal DLH, Tekankan Sinergi Lintas Sektor di RTH

Selasa, 14 April 2026 - 17:01 WITA

Bahas LKPJ Bupati 2025, Komisi III DPRD Touna Evaluasi Capaian OPD Sektor Ekonomi

Senin, 13 April 2026 - 18:14 WITA

15 Desa di Touna Terima Bantuan Keuangan Rp1,035 Miliar dari Program Berani Berdering

Berita Terbaru

Ekonomi & Bisnis

TRITURA Petani Tembakau Madura, Begini Kata Owner BARONG Grup, Gus Lilur

Kamis, 16 Apr 2026 - 11:41 WITA

Daerah

Wakil Bupati Buol Buka Musda ke-5 Pemuda Muhammadiyah

Kamis, 16 Apr 2026 - 07:59 WITA