Suarautara.com, Gorontalo – Kerukunan Keluarga Besar Tadulako (KKBT) Provinsi Gorontalo menggelar kegiatan silaturahmi bersama peserta Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 asal Sulawesi Tengah.
Kegiatan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan itu menjadi momentum mempererat persaudaraan warga Sulawesi Tengah yang berada di perantauan sekaligus memperkuat hubungan dengan para petani, nelayan, dan penyuluh yang mengikuti PENAS di Gorontalo.
Acara tersebut dihadiri Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Sulawesi Tengah, Dr. H. Rudi Dewanto, SE., MM., Direktur Bank Prisma Dana Gorontalo Syaefudin Lahase, Ketua KKBT Provinsi Gorontalo Suthan Lagalo, Ketua KTNA Sulawesi Tengah Yvonne Kasese, pengurus KTNA Provinsi Sulawesi Tengah, perwakilan kabupaten dan kota se-Sulawesi Tengah peserta PENAS XVII, serta mahasiswa asal Sulawesi Tengah yang sedang menempuh pendidikan di Gorontalo.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sambutannya, Ketua KKBT Provinsi Gorontalo, Suthan Lagalo, menjelaskan bahwa organisasi yang terbentuk pada tahun 2023 tersebut hadir sebagai wadah pemersatu masyarakat Sulawesi Tengah yang menetap di Gorontalo.
Menurutnya, keberadaan KKBT tidak hanya menjadi sarana mempererat silaturahmi, tetapi juga sebagai tempat berkumpul dan saling membantu sesama warga Sulawesi Tengah yang berada di tanah rantau.
Tujuan kami membentuk organisasi ini adalah menjadi wadah tempat berkumpulnya masyarakat Sulawesi Tengah di Gorontalo sehingga dapat saling mendukung dan memperkuat persaudaraan,” ujar Suthan Lagalo.
Pada kesempatan itu, Suthan juga menyampaikan harapannya kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah untuk membantu pengadaan satu unit mobil ambulans bagi KKBT Gorontalo. Menurutnya, proposal bantuan ambulans telah diajukan sebelumnya, namun hingga kini belum terealisasi.
Ia menilai keberadaan ambulans sangat dibutuhkan untuk mendukung berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan bagi masyarakat Sulawesi Tengah yang berada di Gorontalo.
Permintaan tersebut mendapat respons positif dari Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Sulawesi Tengah, Dr. H. Rudi Dewanto, SE., MM., yang hadir mewakili Gubernur Sulawesi Tengah.
Dalam sambutannya, Rudi Dewanto menyampaikan apresiasi atas terbentuknya KKBT Gorontalo yang dinilai mampu menjadi rumah bersama bagi masyarakat Sulawesi Tengah di daerah perantauan.
Keberadaan KKBT sangat positif karena menjadi wadah silaturahmi dan komunikasi bagi masyarakat Sulawesi Tengah di Gorontalo. Permohonan terkait ambulans akan kami laporkan kepada Bapak Gubernur untuk menjadi bahan pertimbangan,” katanya.
Di hadapan awak media, Rudi juga mengajak seluruh warga Sulawesi Tengah di Gorontalo untuk terus menjaga persatuan, memperkuat solidaritas, serta meningkatkan kontribusi dalam pembangunan sosial, ekonomi, dan budaya.
Sementara itu, Ketua KTNA Sulawesi Tengah, Yvonne Kasese, melalui sambutan yang disampaikan pengurus KTNA Provinsi Sulawesi Tengah, mengapresiasi kegiatan silaturahmi yang digagas KKBT Gorontalo.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi sarana penting untuk mempererat hubungan antarpetani, nelayan, penyuluh, mahasiswa, dan masyarakat Sulawesi Tengah yang hadir dalam PENAS XVII.
Melalui momentum ini, kami berharap terjalin komunikasi yang lebih erat dan kolaborasi yang semakin kuat antara masyarakat Sulawesi Tengah yang berada di Gorontalo dengan para peserta PENAS,” ujarnya.
Silaturahmi berlangsung penuh keakraban dan kebersamaan. Para peserta PENAS asal Sulawesi Tengah menyambut baik kegiatan tersebut karena memberikan kesempatan untuk saling mengenal, bertukar pengalaman, serta memperkuat jaringan kerja sama antardaerah.
Kegiatan ini diharapkan menjadi awal lahirnya berbagai program kolaboratif yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Sulawesi Tengah, baik yang berada di daerah asal maupun yang berdomisili di Provinsi Gorontalo.
Menutup rangkaian acara, seluruh peserta mengikuti tradisi kebersamaan dalam lingkaran “Modero”, tarian khas yang melambangkan persatuan dan persaudaraan.
Asisten II Provinsi Sulawesi Tengah, Ketua KKBT Gorontalo, pengurus KTNA, mahasiswa, serta masyarakat Sulawesi Tengah yang hadir turut bergandengan tangan dalam Modero sebelum mengakhiri kegiatan dengan foto bersama.(AM’oks69)

























