Suarautara.com, Banggai – Transformasi digital di sektor kesehatan terus menunjukkan dampak positif bagi masyarakat. RSUD Luwuk menghadirkan inovasi layanan berbasis teknologi melalui aplikasi SEHATI (Berani Sehat) yang dirancang untuk mengatasi persoalan lamanya proses administrasi pasien peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dengan status BPJS Kesehatan nonaktif.
Inovasi tersebut terungkap dalam kajian ilmiah berjudul “Optimalisasi Efisiensi Layanan Pasien BPJS Non-Aktif melalui Implementasi Aplikasi SEHATI di RSUD Luwuk” yang disusun oleh Treysrianinda Yusuf, Mahasiswa Program Studi S2 Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Luwuk.
Berdasarkan ringkasan eksekutif penelitian, implementasi aplikasi SEHATI berhasil memangkas waktu tunggu pasien hingga 40 persen. Jika sebelumnya proses verifikasi dan penyelesaian administrasi pasien BPJS nonaktif membutuhkan waktu sekitar 120 hingga 180 menit, kini dapat dilakukan secara lebih cepat dan efisien melalui sistem digital terintegrasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selama ini, salah satu kendala utama pelayanan JKN di fasilitas kesehatan adalah proses verifikasi kepesertaan BPJS yang masih dilakukan secara manual ketika sistem mendeteksi status peserta nonaktif. Kondisi tersebut kerap menyebabkan antrean panjang, keterlambatan pelayanan medis, serta meningkatnya beban kerja petugas administrasi rumah sakit.
Melalui aplikasi SEHATI, petugas cukup memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) atau memindai kartu BPJS pasien. Sistem kemudian secara otomatis terhubung dengan server BPJS Kesehatan untuk melakukan pengecekan status kepesertaan secara real-time.
Apabila ditemukan status nonaktif, aplikasi akan menampilkan informasi penyebab kendala secara otomatis, mulai dari tunggakan iuran hingga masalah administrasi lainnya. Selain itu, sistem juga menyediakan panduan penyelesaian yang dapat langsung ditindaklanjuti tanpa harus melalui proses konfirmasi manual yang memakan waktu.
Keunggulan lain dari aplikasi SEHATI adalah tersedianya fitur Payment Gateway yang memungkinkan pasien melakukan pembayaran tunggakan BPJS secara langsung melalui sistem yang telah terintegrasi. Dengan demikian, proses reaktivasi kepesertaan dapat dilakukan di lokasi pelayanan kesehatan tanpa perlu mendatangi kantor BPJS Kesehatan maupun bank.
Tidak hanya berfokus pada pelayanan pasien, aplikasi ini juga menghadirkan Executive Dashboard yang dapat dimanfaatkan manajemen rumah sakit untuk memantau jumlah pasien BPJS nonaktif, rata-rata waktu penyelesaian kendala administrasi, serta berbagai indikator kinerja layanan secara real-time.
Dari aspek keamanan, SEHATI menerapkan sistem perlindungan data yang ketat melalui teknologi enkripsi end-to-end, pengaturan hak akses berjenjang, serta audit trail yang merekam seluruh aktivitas pengguna dalam sistem.
Dalam kesimpulan penelitian disebutkan bahwa implementasi penuh aplikasi SEHATI melalui integrasi Application Programming Interface (API) menjadi pilihan strategis dalam meningkatkan efisiensi operasional rumah sakit.
Inovasi ini tidak hanya mempercepat akses layanan kesehatan, tetapi juga mampu mengurangi risiko kesalahan administrasi, meningkatkan kepuasan pasien, dan memperkuat tata kelola pelayanan kesehatan publik di Kabupaten Banggai.
Pengembangan aplikasi SEHATI diharapkan dapat menjadi model transformasi digital pelayanan kesehatan daerah yang dapat direplikasi oleh rumah sakit lain dalam mendukung pelayanan JKN yang lebih cepat, tepat, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.(AM’oks69)

























