Suarautara.com,JEMBER – Semangat melestarikan budaya Jawa dan Madura terpancar dari aksi kompak ibu dan anak saat menghadiri undangan HUT KOSOT Komunitas Sepeda Tua Tempurejo, Minggu 22 Juni 2026.
Dua perempuan asal Desa Tanjung Rejo Krajan Barat itu adalah *Ibu Sri, akrab disapa Jeng Sri, dan putrinya Imelda*. Keduanya tampil serasi mengenakan pakaian adat Jawa dan Madura saat ikut “Ngonthel Bareng” di Pemandian Kajer Asri, Kec. Tempurejo, Jember.
Imelda sendiri hadir mewakili *Klub Bima Onthelis* bersama sekitar 30 anggota lainnya. Dengan balutan kebaya dan beskap bernuansa adat, keduanya sukses mencuri perhatian peserta dari berbagai komunitas sepeda tua yang hadir.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Alhamdulillah, kekompakan dan keunikan kostum mereka berbuah manis. Panitia HUT KOSOT memberikan apresiasi berupa *doorprize kategori Kostum Unik*. Penghargaan ini diberikan setelah menilai penampilan peserta dari beberapa komunitas yang hadir.
“Seneng banget bisa ngonthel bareng sambil kenalin budaya ke dulur-dulur sepedahan. Biar anak muda tahu kalau pakai adat itu keren dan tetap bisa aktif,” ujar Jeng Sri sambil tersenyum.
Aksi Jeng Sri dan Imelda jadi bukti kalau sepeda tua dan budaya bisa jalan bareng. Ngonthel gak cuma sehat, tapi juga jadi panggung buat nguri-uri tradisi Jawa-Madura.
Reporter: Bambang Sugiharto.

























