SUARAUTARA.COM|PANARUKAN -Program unggulan Satpolairud Polres Situbondo yaitu Ngopi Bareng Masyarakat Pesisir (Ngobar Masir) digelar kembali di Pantai Desa Duwet Kecamatan Panarukan dalam rangka antisipasi cuaca ekstrem, kemarin, Sabtu, (13/12/2025).
Ngopi adalah suatu kebiasaan kegiatan masyarakat pada umumnya, yang bisanya digunakan untuk bersantai sambil ngobrol dengan tetangga atau komunitas dalam satu kelompoknya.
Begitu juga program Satpolairud Polres Situbondo yaitu ngopi bareng sambil ngobrol tentang kegiatan nelayan dan bagaimana kegiatan nelayan dilaksanakan dengan baik tanpa pelanggaran hukum serta tidak merusak lingkungan laut dan mendapatkan hasil yang banyak serta mengutaman keselamatan kerja dengan mengantisipasi cuaca yang sudah mulai sedikit meningkat yaitu angin kencang dan gelombang tinggi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Hal ini yang dibahas dalam obrolan sambil ngopi dan ditemani pisang goreng, hadir kurang lebih 50 orang nelayan sekitar.
Ada beberapa hal yang dibahas juga seperti perlindungan mangrove serta penambahan tanaman mangrove, karena mangrove sangat berfungsi saat cuaca mulai ekstrem yang dapat membahayakan nelayan saat melaut atau dapat merobohkan rumah yang berada di pinggir laut,.
Menurut Eko, nelayan setempat mengusulkan ide untuk memasang bambu sebagai batas antara laut dengan tanaman mangrove dan rumah warga agar saat gelombang tinggi tidak langsung menghempas rumah warga.
Menurut Kasatpolairud Polres Situbondo AKP Gede sukarmadiyasa memberikan edukasi tentang antisipasi cuaca ekstrem untuk selalu monitor prakiraan cuaca dari BMKG dan tidak melaut jika cuaca ekstrem dan jangan lupa membawa alat keselamatan, alat komunikasi, sering melakukan pengecekan lambung perahu dan mesin agar tidak ada kendala dontengah laut saat menangkap ikan.
Begitu juga tentang perlindungan sempadan pantai agar terhindar dari abrasi dan banjir rob serta mendukung penanaman mangrove dan pelestariannya.
Di sela ngopi bareng tersebut Satpolairud Polres Situbondo juga memberikan sarana kontak seperti life jaket, ringbuoy dan kaos bertuliskan Taretan polairud.
“Semoga kedepan masyarakat nelayan semakin sadar dengan keselamatan saat melaut sehingga tidak ada kerugian materiil atau jiwa saat mencari ikan,” harap AKP Gede kemarin.
























