Touna, Suarautara.com – Organisasi profesi Pro Jurnalis Media Siber (PJS) kini resmi hadir di Kabupaten Tojo Una-Una (Touna), Sulawesi Tengah, dan bersiap menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) perdana pada September 2025 mendatang.
Kehadiran PJS disambut antusias oleh berbagai kalangan, mulai dari pejabat daerah hingga para jurnalis senior yang selama ini memperjuangkan terbentuknya wadah profesional bagi insan pers di Touna.
Salah satu tokoh jurnalis senior di Touna, Saiful Hulungo, mengungkapkan rasa haru dan bangganya atas capaian tersebut. Ia mengaku menjadi saksi hidup atas berbagai dinamika upaya pembentukan organisasi pers yang selama ini sering kali gagal bertahan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Dulu organisasi pers di sini tumbuh lalu mati, tumbuh lalu mati. Tapi kali ini saya melihat teman-teman sangat solid, sampai pada tahap Muscab. Ini bukan sekadar organisasi, ini adalah sejarah baru,” ujarnya dengan penuh optimisme, Senin (25/8/2025).
Saiful menilai kehadiran PJS bukan hanya penting secara kelembagaan, tetapi juga menjadi simbol kebangkitan jurnalisme lokal di Touna. Ia menyoroti semangat, kekompakan, dan kerja keras para wartawan yang terlibat, sebagai modal utama dalam menjaga profesionalisme dan independensi dunia jurnalistik.
“Saya salut. Menjelang Muscab pertama ini, banyak yang bekerja siang dan malam tanpa kenal lelah. Semangat ini harus dijaga. Dalam organisasi seperti PJS, kita harus punya satu tujuan bersama, bukan kepentingan pribadi. Mari berhimpun bersama dalam PJS,” tegasnya.
Sejak Touna resmi menjadi daerah otonom setelah memisahkan diri dari Kabupaten Poso 21 tahun lalu, berbagai inisiatif untuk membentuk organisasi wartawan telah dilakukan. Namun, semua upaya itu kandas sebelum sampai pada pelaksanaan Muscab.
Nama-nama seperti Sam Asiku, Budi Dako, Darmasita S., Saiful H., (alm.) Tamrin Bonggo, Nurdin Saputra, Hamzah Naser, Arif Lakasim, Arli Kaengke, hingga Agil Almahdali tercatat sebagai pionir yang pernah mendirikan berbagai wadah serupa. Sayangnya, belum ada satupun yang mampu bertahan hingga ke tahap konsolidasi organisasi yang matang.
Kini, melalui kehadiran PJS, cita-cita yang sempat tertunda itu kembali menemukan nafas baru. Sebagian besar wartawan di Touna telah menyatakan komitmen untuk bergabung dan membangun PJS sebagai rumah bersama yang inklusif, profesional, dan berkelanjutan.
PJS hadir bukan hanya sebagai tempat bernaung bagi para jurnalis, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam pembangunan daerah, sekaligus penjaga independensi dan integritas profesi pers.
Muscab pertama PJS Touna, yang akan digelar pada September 2025, diharapkan menjadi tonggak sejarah baru bagi dunia jurnalistik di Kabupaten Tojo Una-Una.
Saat ini, jumlah wartawan yang tergabung dalam PJS Touna mencapai kurang lebih 16 orang, berasal dari berbagai media yang beroperasi di wilayah Sulawesi Tengah.
[Agung]






















