SUARAUTARA.COM, Boltim – Pembagunan Lapangan oleh raga ‘Pondabo’ di Desa Tutuyan Kecamatan Tutuyan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) yang menelan anggaran miliaran rupiah diduga bermasalah dan tidak sesuai Spec.
Pasalnya, lapangan yang dibangun belum berusian sepuluh tahun itu sudah lama disorot beberapa oleh LSM dan media hingga saat ini.
Konon katanya, proses pembangunan lapangan kebanggaan masyarakat desa Tutuyan itu diduga bermasalah dan beraroma korupsi, sehingga hal ini menjadi celah atau pintu masuk bagi Aparat Penegak Hukum (APH) untuk lakukan sidik terhadap oknum kontraktor maupun Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Boltim dinilai bertanggung jawab atas proyek itu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Memang jika dikihat dari kasat mata, keberadaan bangunan fisiknya tidak selesai 100 %, apalagi penggunaan bahan kayu yang seharusnya menggunakan kayu kelas II, namun kenyataanya hanya kayu kelas III yang digunakan.
Tak hanya itu saja, Ring Balok kiri dan kanan tidak lurus, sehingga dapat membahayakan orang yang berada dibawahnya.
Untuk campuran speci pada Tembok di sisi lapangan, tak sesuai Spec, sehingga sudah dua kali Pagar tersebut roboh, dan terakhir roboh pada Sabtu (01/4/22).
Menurut masyarakat setempat, menyebutkan bahwa proyek tersebut terkesan asal jadi dalam pengerjaanya sehingga anggaran yang di gelontorkan miliaran rupiah pada pembangunan lapangan itu terkesan mubazir, ungkap warga setempat yang minta namanya tidak di publis.
Untuk diketahui, dahulu lapangan Pondabo sebelum di pugar, setiap sorenya selalu ramai dengan aktifitas olahraga dan selalu terawat, namun setelah di pugar oleh pemerintah daerah beberapa tahun lalu, lapangan itu sudah tidak pernah lagi ada aktifitas, bahkan terkesan terbengkalai, tegas warga.
(Rinto)






















