Oleh : Suryadi |Wartawan Senior, Tinggal di pinggiran Kabupaten Bondowoso.
Kesenian Hadrah merupakan kesenian Islam yang di dalamnya dilantunkan syair-syair dengan diiringi tabuhan-tabuhan alat hadrah yang khas. Sedangkan syair atau nyanyian rekegius adalah nyanyian yang dihubungkan dengan nuansa keagamaan.
Oleh karena itu lantunan syair-syairnya hanya menceritakan tentang keagungan Al qur’an, kecintaan kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW, kehidupan akhirat dan keimanan yang dibawa oleh Rasulullah SAW.
Sementara itu di kalangan umat Islam, shalawat memiliki makna simbolis, yaitu menghormati atay memuliakan Nabi Muhammad SAW. Selain itu, shalawat dapat diartikan sebagai amalan ibadah dan dapat dijadikan sebagai tolak ukur untuk mengetahui kecintaan kita kepada Nabi Muhammad SAW.
Saat ini dalam membangun syiar Islam di berbagai tempat, kesenian Hadrah sering tampil pada beberapa acara besar Islam, seperti Maulid Nabi, Isra’ Mi’raj. Bahkan bukan hanya saat acara tertentu maupun acara Islam, melainkan Walimatul Ursy, Walimatul Hamli, dan shalawatan rutin yang diselenggarakan setiap bulan.
Dengan demikian kesenian Hadrah berkontribusi sebagai media dakwah dalam membangun syiar Islam.
Syair lagu atau lirik dalam kesenian hadrah menjadi suatu elemen penting disyiarkan sebagai sarana menyampaikan makna dan pesan kepada khalayak sehngga lagu yang disampaikan dapat menjadi sarana komunikasi atau sarana untuk mencerminkan realitas sosial yang beredar di masyarakat.
Syiar adalah cara menyampaikan dan menyajikan berbagai topik yang berkaitan dengan Islam berupa tausiyah, dakwah, seni h adrah atau kesenian Islam lainnya.
Mensyiarkan Islam melalui Seni Hadrah sebagai media dakwah bertujuan untuk membangun kebersamaan disertai kerjasama yang produktif dengan perasaan berbahagia dan hati yang puas, baik kepuasan psikologis maupun kepuasan sosial.
Peran hadrah yang dibangun dalam syiar Islam akan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dengan mendengarkan lantunan-lantunan shalawat sehingga menjadi terbiasa di tengah-tengah kehidupan msyarakat serta akan menjadikan hakikat shalawat untuk mengingat selalu kepada Rasulullah SAW dan shalawat menjadi pelengkap identitas diri sebagai seorang muslim.













