SUARAUTARA, (Buol) – Mohamad Febrianto S.KOM merupakan mantan pendamping desa di kecamatan Paleleh Barat merupakan kader dan bakal caleg (Bacaleg) DPRD Buol dari Partai Perindo pada pemilu legislative 2024 mendatang.

Pria kelahiran desa Kwala Besar yang biasa disapa Rahmat itu mengaku dirinya sangat bersyukur dan berterima kasih atas kepercayaan partai dan simpatisan terutama masyarakat di daerah pemilihan (Dapil) 2 yang mendorong dan mendukung dirinya untuk maju pada kontestasi Pileg Buol menjadi wakil rakyat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Terima kasih kepada pimpinan partai perindo serta seluruh masyarakat dapil 2 karena sudah memberikan support dan dukungannya kepada saya untuk ikut bertarung. Terima kasih kepada keluarga, Partai, simpatisan dan seluruh masyarakat,” ujar Rahmat, kepada SUARAUTARA.COM, Sabtu (18/6/2022).
Ia mengaku bergabung di Perindo sejak awal tahun 2022 dan selepas menjadi pendamping desa di wilayah kecamatan Palbar. Dirinya tidak putus asa dan terus berjuang untuk kepentingan masyarakat yang tak lepas dari tugas dan fungsinya saat jadi pendamping desa.
Ia sedikit bercerita, sebelum terjun kedunia politik dan maju menjadi Caleg dirinya bekerja sebagai pendamping desa. Dari sanalah dirinya belajar banyak hal tentang kebutuhan masyarakat.
Dirinya tak pernah menyesal memutuskan untuk undur diri dari pekerjaannya saat itu dan tekad itu sangat bulat dan berani diambil. Karena pada prinsipnya semua ada konsekuensinya. Apapun itu harus diambil. Kalah atau menang nanti ketika bertarung di Caleg berjuang terlebih dahulu.
“Memang sudah menjadi tekad saya. Ketika maju di Pileg 2024, saya sudah siap untuk kalah dan menang. Karena semua ada konsekuensinya,” ujar Mantan aktivis Mahasiswa Gorontalo ini.
“Saya berbicara tentang pertanian dan peternakan. Anggaran ini kan kecil-kecil saja. Ketika saya maju dan terpilih saya akan memperjuangan itu. Menjalankan fungsi DPR dari sisi budgeting atau anggaran untuk pertanian peternakan untuk mendorong ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Ia menerangkan mata pencaharian masyarakat Buol yaitu pertanian dan peternakan. Dari sisi anggaran bidang pertanian dan peternakan sudah bagus tapi terus ditingkatkan. Selain itu regulasi soal harga ternak dan harga komoditi pertanian harus terus ditingkatkan, sehingga harus diperjuangkan lewat Peraturan Daerah (Perda).
“Mata pencaharian masyarakat Buol 80% itu petani, dari anggaran juga oleh pemerintah daerah sudah bagus. Kedua dari harga komoditi pertanian ini kan kita butuh payung hukum mengamankan ini,” tandasnya. (can)






















