Karya Abdy Gunawan
Menyeringai meski tau akan kalah,
bertarung pelan, menolak tunduk pada usia,
di sini, siapapun meninggalkan asa,
doapun tidak ada harganya.
Hanya mahar bertahta bak raja,
akad jadi satu-satunya yang suci,
entah tersungkur atau terluka,
jelas perkara tawar merenggut hak untuk kaya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kapitalisme selalu saja mendalang,
campur tangan sebab harga melangit,
buah ranum dulu langsung dipetik,
sesenang itu jika uang tak pernah dijumpa.
Luwuk, 15 Februari 2025






















