KPK Tahan Pejabat Intelijen Cukai DJBC, Sita Rp5,19 Miliar dari Safe House

Jumat, 27 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KPK Tahan Pejabat Intelijen Cukai DJBC

KPK Tahan Pejabat Intelijen Cukai DJBC

SUARAUTARA.COM, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan penindakan tegas terhadap dugaan praktik korupsi di sektor kepabeanan. Kali ini, KPK menahan satu orang tersangka berinisial BBP yang menjabat sebagai Kepala Seksi Intelijen Cukai pada Direktorat Penindakan dan Penyidikan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (P2 DJBC).

Penahanan dilakukan untuk 20 hari pertama, terhitung sejak 27 Februari hingga 18 Maret 2026 di Rutan Cabang Gedung Merah Putih KPK.

Diamankan di Kantor Pusat DJBC

BBP ditangkap pada Kamis (26/2/2026) di Kantor Pusat DJBC di kawasan Jakarta Timur. Penangkapan tersebut merupakan pengembangan dari perkara yang sebelumnya bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) dan telah menetapkan enam orang tersangka.

Dalam proses pengembangan penyidikan, KPK menemukan adanya pengumpulan uang di sebuah safe house atas perintah BBP dan seorang pihak lain berinisial SIS kepada SA.

Sita Rp5,19 Miliar dalam Lima Koper

Dari hasil penggeledahan di dua lokasi safe house di Ciputat dan Jakarta Pusat, penyidik menemukan uang tunai senilai Rp5,19 miliar yang tersimpan dalam lima koper. Uang tersebut terdiri dari berbagai pecahan mata uang asing dan rupiah.

KPK menduga uang itu berasal dari praktik pengaturan jalur masuk importasi barang (kepabeanan) serta pengurusan cukai. Dana tersebut diduga digunakan untuk kepentingan pribadi dan operasional.

Dalam proses penyidikan dan penangkapan, KPK berkoordinasi dengan Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan (Itjen Kemenkeu) serta satuan pengawas internal di lingkungan DJBC.

Dijerat UU Tipikor dan KUHP

Atas perbuatannya, BBP disangkakan melanggar Pasal 12 B UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001, juncto Pasal 20 huruf c UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

KPK menegaskan, penindakan ini merupakan bentuk komitmen dalam menjaga tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel. Sektor bea dan cukai merupakan salah satu sumber utama penerimaan negara, sehingga praktik korupsi di sektor ini tidak hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga berpotensi mengganggu stabilitas ekonomi nasional.

Selain itu, penyalahgunaan kewenangan dalam proses kepabeanan dan pengurusan cukai berisiko membuka celah peredaran barang yang seharusnya dibatasi atau diawasi secara ketat.

(Sumber: Biro Hubungan Masyarakat KPK)

Berita Terkait

GUS LILUR RESMI LAPORKAN DUGAAN JUAL BELI SUARA MUKTAMAR KE-35 NAHDLATUL ULAMA KE KPK
Demi Aturan Dewan Pers Anggota PWI Banggai dan Jambi Jadi Sorotan di UKW Parimo 27 Wartawan Dinyatakan Kompeten
Polda Kepri Perkuat Sinergi dengan Pers di Rakernas III PJS Tahun 2026
Menakar Kompetensi Insan Pers Wartawan Banggai hingga Jambi Berkumpul di UKW PWI Parimo
Kapolresta Banggai Sambangi Pura Agung Padma Buana Warga Keluhkan Solar hingga Narkoba
Hariadi Bola Gerakkan Tim Dinsos Yudi Serahkan  Bantuan Bupati Banggai Langsung pada Korban Kebakaran Paisubuloli
Menembus Keterisolasian Dinsos Banggai Bawa Bantuan Layanan Kesehatan hingga Pendataan Warga
Dua Kelurahan Bersatu Bersihkan Sungai Soho, Wujud Dukungan Nyata Menuju Adipura Banggai
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 19:40 WITA

GUS LILUR RESMI LAPORKAN DUGAAN JUAL BELI SUARA MUKTAMAR KE-35 NAHDLATUL ULAMA KE KPK

Rabu, 4 November 2026 - 17:54 WITA

Demi Aturan Dewan Pers Anggota PWI Banggai dan Jambi Jadi Sorotan di UKW Parimo 27 Wartawan Dinyatakan Kompeten

Rabu, 4 November 2026 - 16:22 WITA

Polda Kepri Perkuat Sinergi dengan Pers di Rakernas III PJS Tahun 2026

Selasa, 3 November 2026 - 23:37 WITA

Menakar Kompetensi Insan Pers Wartawan Banggai hingga Jambi Berkumpul di UKW PWI Parimo

Senin, 2 November 2026 - 13:59 WITA

Kapolresta Banggai Sambangi Pura Agung Padma Buana Warga Keluhkan Solar hingga Narkoba

Berita Terbaru