Banggai, Suarautara.com – Dalam rangka mendukung Program Strategis Daerah (PSD) tahun 2025, Pemerintah Kabupaten Banggai melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) bersama Kejaksaan Negeri Luwuk Banggai menggelar kegiatan penanaman perdana bibit durian Musang King di Desa Koyoan Permai, Kecamatan Nambo, pada Sabtu (5/7/2025).
Kegiatan yang bertajuk “Bersama Menanam Harapan” ini dihadiri oleh Kepala Dinas TPHP Subhan Lanusi, M.P, Kepala Kejaksaan Negeri Banggai Anton Rahmanto, S.H., M.H, unsur Forkopimcam Nambo, Camat Nambo Subhan Ahmad, Kapolsek Kintom, kepala desa, penyuluh pertanian, dan tujuh kelompok tani penerima manfaat. Total sebanyak 26.000 bibit durian Musang King ditanam, dengan nilai anggaran lebih dari Rp2 miliar dari APBD.
Menurut Subhan Lanusi, program ini merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah dalam membangun ketahanan pangan berbasis hortikultura, sekaligus menjadikan Kabupaten Banggai sebagai sentra durian Musang King di Sulawesi Tengah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Tahun ini saja kami menyalurkan 26 ribu bibit. Sejak 2022 hingga 2025, total sudah 66 ribu pohon ditanam. Harapannya, tahun 2029 kita sudah bisa swasembada durian,” jelas Subhan.
Penanaman ini juga menjadi bagian dari pengamanan dan pengawasan proyek strategis daerah yang melibatkan banyak pihak, mulai dari Inspektorat, penyuluh, hingga aparat penegak hukum.
Kepala Kejaksaan Negeri Banggai, Anton Rahmanto, menegaskan bahwa pengawasan ketat dilakukan demi memastikan akuntabilitas penggunaan anggaran.
“Kami hadir untuk mengawal agar tidak terjadi penyelewengan. Selain itu, kami juga menjalankan penyuluhan hukum dalam kerangka program Jaksa Masuk Desa serta pengamanan proyek strategis daerah (PPSD),” ujarnya.
Inspektur Pembantu Wilayah III Inspektorat Banggai, Furqan Djayamalinta, turut melaksanakan probit audit guna menjamin pengadaan sesuai prinsip transparansi dan akuntabilitas yang direkomendasikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui program MCP (Monitoring Center for Prevention).
Bibit yang dibagikan merupakan varietas unggul bersertifikat dengan tinggi minimal 70–100 cm. Kelompok tani juga diwajibkan menyampaikan laporan perkembangan secara berkala sebagai bentuk tanggung jawab dan evaluasi program.
Selain distribusi bibit, kegiatan ini disertai penyuluhan budidaya durian Musang King oleh penyuluh pertanian dan penangkar bibit lokal. Edukasi mencakup cara tanam, pemupukan, pengendalian hama, hingga strategi panen dan pemasaran.
Koordinator BPPL Cino Ashari Lage menyebutkan bahwa keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari penanaman, tetapi juga dari keberlanjutan dan dampak ekonominya.
Harga durian Musang King bisa mencapai Rp200 ribu per kilogram. Ini akan menjadi sumber peningkatan pendapatan petani dan memperkuat ekonomi lokal,” tandasnya.
Penanaman durian Musang King ini diharapkan menjadi tonggak awal transformasi Banggai sebagai lumbung durian nasional pada tahun 2029, melalui kolaborasi lintas sektor dan pengawasan ketat dalam pelaksanaannya.
( TimRedaksi/AmrillahMokoagow )












