Kades Dopalak: Optimalisasi PADes Jadi Solusi Hadapi Efisiensi Anggaran

Jumat, 9 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarautara. com, Buol – Pemerintah Desa (Pemdes) Dopalak, Kecamatan Paleleh, Kabupaten Buol, melaksanakan Musyawarah Desa (Musdes) terkait pembahasan Perubahan Dana Desa (DDS) dan Pendapatan Asli Desa (PADes) Tahun Anggaran 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Serbaguna Desa Dopalak, Jumat (9/1/2026).

Musdes dipimpin langsung oleh Kepala Desa Dopalak, Umar B. Munggeli, bersama Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan anggota. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh perangkat desa, unsur lembaga desa, serta masyarakat yang sempat hadir.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemdes Dopalak menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendorong pembangunan desa melalui pemanfaatan Dana Desa maupun optimalisasi Pendapatan Asli Desa.

Kepala Desa Dopalak, Umar B. Munggeli, menjelaskan bahwa pembahasan perubahan DDS dilakukan untuk mengevaluasi sejumlah program yang dinilai belum berjalan maksimal, sekaligus menetapkan program prioritas di tahun 2026.

“Musyawarah ini penting karena saat ini kita dihadapkan pada kebijakan efisiensi anggaran. Oleh sebab itu, perlu ditelaah secara bersama program mana yang bisa dilaksanakan dan mana yang harus ditunda pada tahun anggaran 2026,” ujarnya.

Pria yang akrab disapa Along ini menambahkan, Desa Dopalak memiliki potensi sumber daya alam yang cukup besar. Jika dikelola secara baik dan sesuai regulasi, potensi tersebut diyakini mampu menjadi solusi dalam menghadapi dampak kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat.

“Desa Dopalak kaya akan sumber daya alam. Salah satu solusi yang kita dorong adalah mengawal Peraturan Kepala Desa (Perkades) tentang pengelolaan tambang tradisional, tentunya dengan komitmen kuat, partisipasi semua sektor, serta transparansi,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa pengelolaan keuangan dan potensi desa harus dilakukan secara terbuka dan akuntabel guna mewujudkan pemerintahan desa yang bersih.

“Transparansi menjadi kunci agar Pemdes dan masyarakat terhindar dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), sehingga pembangunan desa benar-benar bermuara pada kesejahteraan seluruh masyarakat,” pungkasnya.

(Red)

Berita Terkait

Warga Hulubalang Desak Pembangunan Tembok Abrasi Pantai, Ancaman Kerusakan Pemukiman
Hadapi Pemangkasan Dana Desa, Pemdes Hulubalang Gelar Musrembangdes 2027
Pemdes Kokobuka Antisipasi Efisiensi Anggaran dengan Pengurangan Insentif
Peringatan Isra Mi’raj di Jatimulya Penuh Khidmat, Jamaah Doakan Kesembuhan Ibu Camat Tiloan
Peletakan Batu Pertama KDMP Merah Putih Buntalo, Yustin Mangembulude:Dorong Kemandirian Ekonomi Desa
Pemdes Tadoy Gelar Musrenbangdes Bahas RKPDes Tahun 2027
Polisi Amankan Pemuda di Luwuk, Aniaya Pacar Gegara Cemburu
Warga Dusun Sinar Serumpun Lampung Barat Perbaiki Jalan Rusak dengan Gotong Royong

Berita Terkait

Selasa, 20 Januari 2026 - 16:44 WITA

Warga Hulubalang Desak Pembangunan Tembok Abrasi Pantai, Ancaman Kerusakan Pemukiman

Selasa, 20 Januari 2026 - 16:15 WITA

Hadapi Pemangkasan Dana Desa, Pemdes Hulubalang Gelar Musrembangdes 2027

Selasa, 20 Januari 2026 - 09:08 WITA

Pemdes Kokobuka Antisipasi Efisiensi Anggaran dengan Pengurangan Insentif

Minggu, 18 Januari 2026 - 06:22 WITA

Peringatan Isra Mi’raj di Jatimulya Penuh Khidmat, Jamaah Doakan Kesembuhan Ibu Camat Tiloan

Jumat, 16 Januari 2026 - 23:19 WITA

Peletakan Batu Pertama KDMP Merah Putih Buntalo, Yustin Mangembulude:Dorong Kemandirian Ekonomi Desa

Berita Terbaru