Suarautara.com, Gorontalo – Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Banggai Irwanto Kulap yang diwakili Sekretaris Salman Sulaiman dan Bendahara Micheal Tendean menghadiri kegiatan silaturahmi yang digelar Kerukunan Keluarga Besar Tadulako (KKBT) Sulawesi Tengah di Provinsi Gorontalo, di sela-sela pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026.
Kegiatan tersebut berlangsung di salah satu pengurus KKBT di Gorontalo Pada, senin,22/06/2026 menjadi ajang mempererat hubungan kekeluargaan dan persaudaraan antar warga Sulawesi Tengah yang berada di Gorontalo, sekaligus memperkuat sinergi antar peserta PENAS XVII yang berasal dari berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Tengah.
Turut hadir dalam kegiatan itu Direktur Bank Prisma Dana Gorontalo Syaefudin Lahase, Ketua KKBT Provinsi Gorontalo Suthan Lagalo, Ketua KTNA Sulawesi Tengah Yvonne Kasese, para pengurus KTNA kabupaten/kota se-Sulawesi Tengah, serta perwakilan pemerintah daerah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sambutannya, Ketua KKBT di Provinsi Gorontalo Suthan Lagalo menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta PENAS XVII asal Sulawesi Tengah yang hadir di Gorontalo.
Ia menjelaskan bahwa keberadaan KKBT merupakan wadah pemersatu masyarakat Sulawesi Tengah yang berada di perantauan, khususnya di Provinsi Gorontalo. Menurutnya, organisasi tersebut dibentuk untuk mempererat persaudaraan, menjaga solidaritas, serta menjadi tempat berbagi informasi dan dukungan bagi sesama warga Sulawesi Tengah.
Melalui silaturahmi ini, kami berharap dapat memperkuat rasa kebersamaan dan menjadikan KKBT semakin besar serta bermanfaat bagi masyarakat Sulawesi Tengah yang berada di Gorontalo,” ujar Suthan.
Sementara itu, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Sulawesi Tengah, Dr. H. Rudi Dewanto, SE., MM., yang hadir mewakili Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menyampaikan salam hangat dari Gubernur Sulawesi Tengah kepada seluruh peserta PENAS XVII.
Dalam sambutannya, Rudi Dewanto mengapresiasi inisiatif KKBT yang terus menjaga tali silaturahmi warga Sulawesi Tengah di daerah perantauan. Menurutnya, silaturahmi merupakan modal penting dalam memperkuat persatuan serta membuka peluang kerja sama di berbagai bidang, termasuk sektor pertanian, peternakan, perikanan, dan pengembangan ekonomi masyarakat.
Kegiatan seperti ini sangat positif karena menjadi wadah berkumpulnya masyarakat Sulawesi Tengah yang berada di luar daerah. Dengan silaturahmi yang kuat, kita dapat saling mendukung dan berkontribusi bagi pembangunan daerah,” katanya.
Ia juga berharap keikutsertaan kontingen Sulawesi Tengah pada PENAS XVII mampu memberikan kontribusi positif melalui pertukaran pengalaman, inovasi, dan teknologi pertanian yang dapat diterapkan di daerah masing-masing.
Pada kesempatan yang sama, Ketua KTNA Sulawesi Tengah Yvonne Kasese memperkenalkan jajaran pengurus KTNA Provinsi Sulawesi Tengah serta para ketua KTNA kabupaten/kota yang hadir mengikuti PENAS XVII.
Ia menegaskan pentingnya kebersamaan dan kolaborasi seluruh insan pertanian dan nelayan dalam mendukung kemajuan sektor pertanian di Sulawesi Tengah.
Kegiatan silaturahmi berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan. Para peserta berharap momentum tersebut dapat mempererat hubungan antar warga Sulawesi Tengah sekaligus memperkuat sinergi dalam mendukung pembangunan pertanian dan kesejahteraan petani serta nelayan di daerah.
Selain menjadi ajang temu kangen bagi warga Sulawesi Tengah di perantauan, kegiatan ini juga menjadi bukti kuatnya semangat persaudaraan yang terus terjaga di tengah pelaksanaan PENAS XVII Petani dan Nelayan Tahun 2026 di Gorontalo.(AM’oks69)

























