SUARAUTARA.COM, Bolmong – Pemilihan kepala desa (Sangadi) serentak 2022 dipastikan dilaksanakan pada Kamis, 3 Februari mendatang dan diikuti lebih dari 70an desa se – kabupaten Bolaang Mongondow.
Terendus kabar tensi politik jelang Pilkades semakin meningkat persaingan antar sesama calon kepala desa (Cakades) dan diduga kuat “Prakter Money Politik” mulai tercium jelang minggu tenang bakal terjadi.

Konon kabarnya, dari sumber resmi media ini megungkapan bagi para Cakades yang diketahui memiliki modal kuat diduga bakal melakukan praktek ‘Money Politik’ untuk memikat pemilih atau masyarakat memilih dirinya pada saat pelaksanaan pencoblosan di Tempat Pemungutan Suara (TPS) nanti.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menanggapi hal tersebut, Calvin Roma Rompis, SIP Koordinator Kabupaten Forum Generasi Muda Peduli Bolmong (FGMPB) mengutuk keras bagi Cakades yang tidak memahami arti demokrasi yang elegan dan tidak memberikan contoh yang baik bagi masyarakat desa untuk berpolitik, apalagi mencalonkan diri sebagai pemimpin desa dengan cara – cara yang tidak baik, sampai pada praktek money politik agar dapat terpilih menjadi Kepala Desa.
“ Terkait Pilkades serentak Bolmong pada tanggal 3 Februari, saya menghimbau kepada Calon kepala desa (cakades) jangan terlena dengan euforia atau perayaan dan semacamnya, karena bisa jadi hal itu hanya menciptakan perselisihan antar pendukung, jadilah calon pemipin yang mengayomi semua kalang masyarakat di desa,” ujar Calvin yang juga aktivis GMNI kepada suarautara.com, Minggu (30/1/2022).
“ Jadi menurut saya, alangkah elok dan baiknya jika Kades terpilih nanti lebih fokus pada apa yang menjadi tujuan atau Visi dan Misi yang di gagas saat mencalonkan diri saat disampaikan pada saat masa kampanye,” Imbuh Calvin.
Calvin menambahkan, untuk kontestasi Pilsang serentak tahun ini jangan dinodai dengan prakterk Money Politik yang hanya bisa mendatangkan penyakit baru bagi pemimpin yang lahir pada Pilsang di Bolmong Tahun ini.
“ selain itu kami berharap kepada para Cakades untuk tidak mencederai hajatan demokrasi desa ini dengan prakter Money Politik, yang hanya memberikan presenden buruk kepada masyarakat dan sistem demokrasi kerakyatan yang kita bangun selama ini dilingkungan masyarakat desa, dan jika terbukti ada Cakades yang melalukan hal itu, maka kami meminta kepada Panitia Pilsang Kabupaten untuk mendiskualifikasi Cakades tersebut,” pungkas Calvin.
Senada dengan hal itu, salah satu Cakades di salah satu desa di Kecamatan Bolaang Timur yang meminta namanya tidak dipublis setuju dengan apa yang dikatakan FGMPB, terkait Money Politik, karena menurutnya hal ini tidak memberikan pemahaman pendidikan politik santun dan baik bagi masyarakat, “ saya sangat setuju, dan jika hal ini tidak mendapat perhatian dari Panitia Pilsang baik desa, kecamatan maupun panitia Kabupaten, maka akan ada mosi tak percaya kepada panitia, sebab hal ini sudah menjadi warning bagi setiap calon saat melakukan pakta integritas dan surat pernyataan tidak melakukan prkatek money politik”.pungkasnya.[can]
























