Dukung Tata Kelola Pemerintahan, Pemda Buol Gelar Workshop Manajemen Resiko

Jumat, 27 Desember 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Buol – Guna mendukung tata Kelola pemerintahan yang baik, Pemerintah Kabupaten Buol gelar Workshop Manajemen Risiko dengan tema “Optimalisasi Manajemen Risiko untuk Mendukung Tata Kelola Pemerintahan yang Baik”, pada Jumat (27/12/2024).

Kegiatan ini dibuka resmi Sekda Buol, Dadang dan bertujuan untuk meningkatkan kapasitas aparatur daerah dalam pengelolaan risiko sebagai bagian dari upaya memperbaiki tata kelola pemerintahan.

Dalam sambutannya, Dadang menyampaikan pentingnya pengelolaan risiko dalam mendukung keberhasilan program-program pemerintah daerah. “Workshop ini bukan hanya soal transfer pengetahuan, tetapi juga membangun budaya kerja yang lebih sadar risiko di seluruh perangkat daerah. Dengan manajemen risiko yang baik, kita dapat memitigasi potensi masalah yang mungkin menghambat pencapaian tujuan pembangunan,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan hasil evaluasi Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) tahun 2023, Kabupaten Buol telah mencapai level 3 Maturitas SPIP Terintegrasi dengan skor 3.065. Capaian ini menempatkan Kabupaten Buol di posisi ke 4 dari 13 Kabupaten/Kota di Sulawesi Tengah.

Sekretaris Daerah menekankan, meskipun Kabupaten Buol telah berhasil mencapai level 3 dalam Maturitas SPIP dengan skor yang baik, namun tantangan untuk mempertahankan dan bahkan meningkatkan pencapaian tersebut tetap ada. Oleh karena itu, pengelolaan risiko yang baik sangat diperlukan untuk memastikan keberlanjutan dan kesuksesan program prioritas yang telah direncanakan.

Sebelumnya, Inspektur Daerah Kabupaten Buol, Wahida, SE, dalam penyampaian materi menyebutkan bahwa rapat ini menjadi bagian dari upaya untuk meningkatkan manajemen risiko dalam program-program kegiatan di tahun 2025. Dalam rapat tersebut, para peserta dibimbing untuk menghindari kegiatan yang tidak memiliki tujuan yang jelas serta untuk meningkatkan nilai manajemen risiko.

“Kami berharap, dengan peningkatan kemampuan ini, setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dapat lebih fokus dalam perencanaan dan pelaksanaan program kegiatan, serta meminimalisir risiko yang dapat menghambat keberhasilan program,” ujar Wahida.

Workshop ini menghadirkan sejumlah narasumber berkompeten yang membagikan pengetahuan serta pengalaman terkait manajemen risiko. Di antaranya, Sakriaty, SH., MM., CRMO, yang memaparkan konsep dasar dan urgensi manajemen risiko dalam konteks pemerintahan daerah. Materi lainnya disampaikan oleh Nasrullah R. Hanapi, SE., M.Acc, yang membimbing peserta dalam simulasi penyusunan Kertas Kerja Manajemen Risiko.

Sementara itu, Moh. Qasim, SP., M.Si, menyampaikan materi tentang implementasi manajemen risiko serta nilai manfaatnya bagi pengelolaan perangkat daerah.

Melalui workshop ini, diharapkan setiap peserta dapat memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang pentingnya manajemen risiko dalam mencapai tujuan pemerintahan yang efektif dan efisien. Pemerintah Kabupaten Buol berharap, kegiatan ini dapat menjadi langkah konkret dalam menciptakan pemerintahan yang lebih bersih, transparan, dan akuntabel.

Dengan optimisme tinggi, kegiatan workshop ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan tata kelola pemerintahan yang lebih baik di Kabupaten Buol, yang akan berdampak positif terhadap pembangunan yang berkelanjutan.

[Humas Diskominfo]

Berita Terkait

Status Area Plengsengan Dipertanyakan Aktivitas Bongkar Muat BBM dan Pungutan Retribusi di Kawasan Pelabuhan Ferry Luwuk Jadi Sorotan
TK Cinta Kasih Ibu Honbola Lepas 14 Siswa Semangat Mencetak Generasi Emas di Tengah Keterbatasan
Desa Pisou Wakili Banggai di Lomba Desa Tingkat Provinsi Sulteng 2026 Pemkab Optimistis Raih Hasil Terbaik
O2SN Banggai 2026 Dimulai Sekda Ramli Tongko Bacakan Sambutan Bupati Amirudin tentang Semangat Prestasi Nasional
Pemkab OKU Timur: Kepercayaan Masyarakat Terhadap Pemerintah Harus Dibangun Lewat Tata Kelola yang Baik
Hadiri Penutupan MTQ XXXI Sulteng 2026 Wabup Furqanuddin Apresiasi Kafilah Banggai Raih Peringkat Empat
Kakandepag Melalui Kepsek Apresiasi Prestasi Atlet Pencak Silat MIN 1 Banggai Nafeeza Nur Syaqil Samali Lolos ke O2SN Tingkat Provinsi 2026
Resmi Ditutup, Ini Daftar Lengkap Juara MTQ ke-31 Sulteng: Palu Juara Umum, Buol Masuk 10 Besar

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 15:59 WITA

Status Area Plengsengan Dipertanyakan Aktivitas Bongkar Muat BBM dan Pungutan Retribusi di Kawasan Pelabuhan Ferry Luwuk Jadi Sorotan

Senin, 15 Juni 2026 - 15:02 WITA

TK Cinta Kasih Ibu Honbola Lepas 14 Siswa Semangat Mencetak Generasi Emas di Tengah Keterbatasan

Senin, 15 Juni 2026 - 11:51 WITA

Desa Pisou Wakili Banggai di Lomba Desa Tingkat Provinsi Sulteng 2026 Pemkab Optimistis Raih Hasil Terbaik

Senin, 15 Juni 2026 - 11:10 WITA

O2SN Banggai 2026 Dimulai Sekda Ramli Tongko Bacakan Sambutan Bupati Amirudin tentang Semangat Prestasi Nasional

Minggu, 14 Juni 2026 - 21:52 WITA

Pemkab OKU Timur: Kepercayaan Masyarakat Terhadap Pemerintah Harus Dibangun Lewat Tata Kelola yang Baik

Berita Terbaru