Touna, suarautara.com – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Pro Jurnalis Media Siber (PJS) Kabupaten Tojo Una-Una akan menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) I sekaligus Seminar pada September 2025 mendatang.
Kegiatan ini dijadwalkan akan dihadiri langsung oleh Ketua Umum PJS, Mahmud Marhaba, yang juga akan tampil sebagai pemateri utama. Selain itu, pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PJS Sulawesi Tengah juga dipastikan hadir untuk memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.
Muscab I DPC PJS Touna tidak hanya berfokus pada agenda seminar, tetapi juga akan menjadi forum demokratis bagi anggota dalam memilih ketua baru yang akan memimpin organisasi di tingkat kabupaten.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Adapun seminar kali ini mengangkat tema “Penguatan Kapasitas Aparatur Pemerintah Menghadapi Wartawan Gadungan.” Tema tersebut dipilih karena dinilai sangat relevan dengan fenomena yang kerap terjadi di lapangan, khususnya di wilayah Tojo Una-Una.
Dari informasi yang dihimpun suarautara.com, tidak sedikit aparatur pemerintah, khususnya di tingkat desa, merasa resah akibat ulah oknum yang mengaku wartawan tanpa memiliki kompetensi, legalitas, maupun etika jurnalistik. Para oknum tersebut kerap melakukan tekanan, bahkan ada yang meminta uang dengan dalih pemberitaan atau mengancam akan menyebarkan isu negatif.
“Fenomena wartawan gadungan ini cukup meresahkan. Banyak aparatur desa yang menjadi korban, terutama karena masih minim pemahaman terkait aturan kerja jurnalistik dan regulasi pers,” ujar salah satu pejabat pemerintah daerah.
Melalui Muscab dan Seminar ini, DPC PJS Touna berharap para aparatur pemerintah dapat lebih memahami Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, kode etik jurnalistik, serta ciri-ciri wartawan profesional. Dengan begitu, aparatur tidak lagi mudah terintimidasi dan mampu membedakan antara wartawan resmi dengan oknum yang hanya mengatasnamakan profesi pers.
Ketua DPC PJS Touna juga menegaskan bahwa kegiatan ini diharapkan menjadi momentum penguatan sinergi antara pemerintah dan insan pers yang sah, sehingga tercipta hubungan kerja sama yang sehat, konstruktif, dan saling menghargai peran masing-masing.
“Kami ingin membangun pemahaman bersama bahwa pers adalah mitra strategis pemerintah. Melalui Muscab dan Seminar ini, kami berharap terwujud kerja sama yang lebih baik dalam mendukung pembangunan daerah sekaligus menjaga marwah profesi jurnalis,” ujarnya.*** Agung






















