Dinamika Politik Menjelang Musda Golkar Buol Memanas, Banyak Nama Baru Siap Tarung

Jumat, 12 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarautara. com, Buol -Dinamika politik internal Partai Golkar Kabupaten Buol memasuki fase yang semakin memanas menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Ke-7. Aroma kompetisi terbuka mulai terasa setelah sederet nama baru bermunculan dan disebut siap menantang arah kepemimpinan Golkar Buol pasca era H. Abdullah Batalipu.

Agenda pendaftaran bakal calon ketua dijadwalkan pada 12–13 Desember 2025 di Gedung Srikandi Leok 1, kemudian dilanjutkan pelaksanaan Musda pada 14–15 Desember 2025 di Gedung Srikandi Kulango. Musda ini dipastikan akan dihadiri langsung jajaran DPD I Partai Golkar Provinsi Sulawesi Tengah.

Tidak hanya dari internal DPD II, bursa bakal calon semakin ramai dengan munculnya sejumlah nama berinisial AW, IR, EI, SB, RL, WP, AB, dan NN. Bahkan dari lingkup DPD I Golkar Sulteng, turut terdengar nama SK, WT, dan IM, yang dinilai memiliki basis dukungan cukup kuat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Fenomena ini menandai bahwa Musda Ke-7 tidak akan berjalan datar. Sebaliknya, posisi Ketua DPD II Golkar Buol diperkirakan menjadi ajang pertarungan pengaruh yang sengit antar faksi dan kelompok strategis dalam tubuh partai.

Ketua Panitia Musda, Edhy Idris, menegaskan bahwa Musda kali ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan momen krusial untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi internal partai.

“Musda Golkar kali ini adalah ajang untuk berbenah diri. Kita akui, kita mengalami turbulensi politik dalam dua pertarungan besar baik legislatif maupun eksekutif. Momentum ini harus dimanfaatkan untuk memperkuat kembali tubuh Golkar Buol,” tegasnya, Kamis (11/12/25).

Ia menambahkan bahwa Golkar Buol membutuhkan figur pemimpin baru yang bukan hanya populer, tetapi juga mampu mengonsolidasikan kekuatan hingga ke akar rumput.

“Kader-kader potensial harus berani tampil. Kita butuh pemimpin yang mampu mengembalikan kejayaan Golkar di 2029 dan 2031,” ujarnya.

Dalam Musda nanti terdapat total 19 suara yang berhak menentukan siapa yang akan memimpin Golkar Buol lima tahun ke depan. Komposisi suara tersebut meliputi:

11 suara Pimpinan Kecamatan (PK),

8 suara organisasi yang mendirikan dan didirikan Golkar,

1 suara dari DPD I Golkar Sulawesi Tengah.

Dengan konfigurasi ini, perebutan dukungan dipastikan berjalan sangat ketat, terutama karena suara PK memiliki dominasi terbesar dan menjadi rebutan utama para bakal calon.

Edhy menjelaskan bahwa mekanisme pencalonan tetap mengacu pada AD/ART dan juklak Partai Golkar, di mana bakal calon wajib mengantongi minimal 30% dukungan dari total pemilik suara.

“Minimal tiga sampai empat dukungan sudah bisa menjadi tiket untuk melaju sebagai calon ketua. Itu mekanisme resmi dan wajib dipenuhi,” jelasnya.

Syarat tersebut diprediksi akan mempersempit jumlah kandidat yang dapat melaju ke tahap final, sehingga peta dukungan diperkirakan mulai mengerucut sejak masa pendaftaran.

Panitia juga intens berkoordinasi dengan Ketua DPD II saat ini, yang akan segera berstatus demisioner. Sementara itu, nama Ketua Steering Committee Musda, Ibrahim Rasyid, turut disebut memiliki peluang besar dan dilirik sebagai figur yang mampu melanjutkan kepemimpinan Golkar Buol.

Semua dinamika ini menegaskan bahwa Musda Ke-7 menjadi salah satu pertarungan internal terbesar Golkar Buol dalam beberapa tahun terakhir.

Di tengah meningkatnya tensi politik, Edhy memastikan bahwa panitia berkomitmen menjaga Musda tetap berjalan transparan, tertib, dan objektif sesuai pedoman organisasi.

“Harapan kami, Musda Ke-7 berjalan sukses dan mampu melahirkan pemimpin yang benar-benar dapat membawa kejayaan Golkar di Kabupaten Buol,” tutupnya.

 

Redaksi

Berita Terkait

Kodim 1308/LB Dukung dan Kawal Pembagian Air Pertanian di Masama Petani Sepakati Giliran Lima Hari
Putusan MA Final Tanjung Sari Pasti Digusur..? Peran dan Kewenangan Satgas PKA Dipertanyakan
Kontrak Politik dan Putusan MA Jadi Dilema Gubernur Sulteng Nasib Warga Tanjung Sari Disorot Publik
Rapat Persiapan MTQ XXIII Bangkep TNI Siap Dukung Pengamanan Pelaksanaan di Totikum Selatan
HUT ke-21 PEP Pertamina EP Donggi Matindok Field Berbagi Santunan untuk Anak Yatim
Kodim 1308/LB Gelar UKT Pencak Silat Militer Asah Kemampuan dan Profesionalisme Prajurit
Dugaan Mahar Alsintan Rp150 Juta Mencuat Mentan Amran Minta Kapolresta Banggai Usut Tuntas
Petani Mengadu Soal Pupuk Bersubsidi Mentan Amran Copot Manajer Pupuk di Banggai

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 20:45 WITA

Kodim 1308/LB Dukung dan Kawal Pembagian Air Pertanian di Masama Petani Sepakati Giliran Lima Hari

Selasa, 15 September 2026 - 13:29 WITA

Putusan MA Final Tanjung Sari Pasti Digusur..? Peran dan Kewenangan Satgas PKA Dipertanyakan

Selasa, 15 September 2026 - 12:55 WITA

Kontrak Politik dan Putusan MA Jadi Dilema Gubernur Sulteng Nasib Warga Tanjung Sari Disorot Publik

Senin, 14 September 2026 - 20:15 WITA

Rapat Persiapan MTQ XXIII Bangkep TNI Siap Dukung Pengamanan Pelaksanaan di Totikum Selatan

Senin, 14 September 2026 - 13:49 WITA

HUT ke-21 PEP Pertamina EP Donggi Matindok Field Berbagi Santunan untuk Anak Yatim

Berita Terbaru

Daerah

SPPG Kembang Tegaskan Komitmen Penuhi Standar BGN

Selasa, 15 Sep 2026 - 07:57 WITA