Diduga Dikerjakan Asal-asalan, Proyek Tembok Penahan Tanah di Desa Sabah Lioh Jadi Sorotan Warga

Kamis, 12 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAUTARA.COM, OKU TIMUR – Pembangunan proyek Tembok Penahan Tanah (TPT) di Desa Sabah Lioh, Kecamatan Bunga Mayang, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, yang bersumber dari anggaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten OKU Timur, kini menjadi sorotan masyarakat. Proyek yang disebut-sebut menelan anggaran lebih dari Rp15 miliar itu diduga dikerjakan secara asal-asalan.

Informasi yang beredar di tengah masyarakat serta sejumlah unggahan di media sosial memperlihatkan kondisi pekerjaan di lapangan yang dinilai tidak sesuai dengan standar pembangunan yang seharusnya. Susunan batu pada tembok penahan tanah tersebut tampak hanya ditumpuk tanpa pengikatan yang kuat menggunakan semen.

Salah satu warga bahkan menyampaikan keluhannya melalui media sosial Facebook dan meminta pemerintah untuk segera memperhatikan proyek tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Mohon diperhatikan oleh pemerintah, apakah sudah sesuai dengan RAB. Kami masyarakat menilai tidak sesuai RAB, karena batu yang disusun sekitar 1 meter baru ada semen. Apakah kuat? Jadi kami mohon pembangunan ini diperhatikan, apalagi menelan dana lebih dari Rp15 miliar,” tulis salah satu akun warga dalam unggahan tersebut.

Warga khawatir apabila pembangunan tembok penahan tanah tersebut tidak dikerjakan sesuai spesifikasi teknis, maka dikhawatirkan tidak akan bertahan lama dan berpotensi membahayakan lingkungan sekitar, terutama jika terjadi hujan deras atau pergerakan tanah.

Masyarakat pun meminta Aparat Penegak Hukum (APH), baik dari pihak Kejaksaan Negeri Ogan Komering Ulu Timur maupun pihak Kepolisian Negara Republik Indonesia, untuk segera turun tangan melakukan pemeriksaan terhadap proyek tersebut.

Selain itu, warga juga meminta pihak terkait yang bertanggung jawab atas pembangunan proyek ini untuk memberikan penjelasan secara terbuka kepada masyarakat mengenai proses pengerjaan serta penggunaan anggaran yang mencapai miliaran rupiah tersebut.

Masyarakat berharap pembangunan yang menggunakan anggaran besar dari pemerintah dapat dikerjakan secara transparan, sesuai spesifikasi, dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Jika ditemukan adanya dugaan penyimpangan, warga meminta agar segera ditindak sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.***

Berita Terkait

Diduga Tanpa Ijin, Satreskrim Polres OKU Timur Amankan Sembilan Unit Angkutan Batu Bara
Warga Desa Karang Negara Keluhkan Akses Jalan, Berharap Pemerintah Segera Bangun Jembatan
Polsek Madang Suku I Ungkap Kasus Pencurian Motor, 2 Pelaku Diamankan
Polres OKU Timur Salurkan Bantuan Sosial kepada Insan Pers saat Jelang HUT Bhayangkara ke 80
Jelang HUT Bhayangkara ke 80, Kapolres OKU Timur Ziarah ke TMP Jurai Komering Sakti, Kenang Jasa Pahlawan
Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Polsek Belitang III Tanam Ribuan Bibit Pohon Untuk Kelestarian Lingkungan
Penyelesaian Tapal Batas OKU Timur dan OKI Masuki Babak Baru, Segera Gelar Survei Lapangan Bersama
Dukung Program Ketahanan Pangan, Polsek Belitang I Tanam Jagung Bersama Forkopicam

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 16:11 WITA

Diduga Tanpa Ijin, Satreskrim Polres OKU Timur Amankan Sembilan Unit Angkutan Batu Bara

Jumat, 10 Juli 2026 - 07:04 WITA

Warga Desa Karang Negara Keluhkan Akses Jalan, Berharap Pemerintah Segera Bangun Jembatan

Minggu, 5 Juli 2026 - 05:07 WITA

Polsek Madang Suku I Ungkap Kasus Pencurian Motor, 2 Pelaku Diamankan

Senin, 29 Juni 2026 - 19:31 WITA

Polres OKU Timur Salurkan Bantuan Sosial kepada Insan Pers saat Jelang HUT Bhayangkara ke 80

Senin, 29 Juni 2026 - 19:24 WITA

Jelang HUT Bhayangkara ke 80, Kapolres OKU Timur Ziarah ke TMP Jurai Komering Sakti, Kenang Jasa Pahlawan

Berita Terbaru