Di Balik Gerobak Tua Kakek Amin: Berpuasa dalam Gubuk Reot Bertumpuk Rongsokan

Sabtu, 14 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAUTARA.COM, TOJO UNA UNA – Suasana bulan suci Ramadan yang identik dengan kebahagiaan dan kebersamaan tidak sepenuhnya dirasakan oleh Kakek Amin Abusari (70). Di usia senjanya, ia masih harus berjuang keras demi menyambung hidup di tengah keterbatasan ekonomi.

Di bawah terik matahari Kelurahan Muara Toba, Kecamatan Ratolindo, Kabupaten Tojo Una-Una, Selasa (11/03/2026), Kakek Amin tampak perlahan mendorong gerobak tuanya menyusuri jalanan. Gerobak itu bukan sekadar alat angkut, melainkan satu-satunya harapan untuk mendapatkan barang bekas yang bisa dijual kembali.

Hasil dari mengumpulkan rongsokan tersebut menjadi tumpuan hidupnya, sekadar untuk memenuhi kebutuhan makan saat sahur dan berbuka puasa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tinggal di Gubuk Tak Layak Huni

Kondisi kehidupan Kakek Amin semakin menyayat hati ketika menelusuri tempat tinggalnya. Ia tidak tinggal di rumah yang layak, melainkan di sebuah gubuk kecil yang jauh dari standar hunian manusia.

Di dalam gubuk sempit itu, hanya terlihat tumpukan kardus kusam dan berbagai barang bekas hasil rongsokannya. Barang-barang tersebut berserakan hampir di seluruh sudut ruangan, menyisakan ruang yang sangat terbatas bagi dirinya untuk beristirahat.

Saat diwawancarai, Kakek Amin berbicara dengan suara pelan dan terbata-bata. Ia mengaku selama ini sebenarnya sudah pernah menerima bantuan dari pemerintah.

“Selama ini saya sudah pernah menerima bantuan beras dan bantuan uang tunai PKH untuk lansia,” ungkapnya.

Terhimpit Ekonomi Meski Memiliki Keluarga

Di balik perjuangannya, Kakek Amin sebenarnya memiliki tiga orang anak. Dua di antaranya merantau ke luar daerah, sementara satu anak tinggal sekampung dengannya.

Namun kondisi ekonomi keluarga yang sama-sama sulit membuat anaknya tidak mampu sepenuhnya membantu kebutuhan hidup sang ayah.

Melihat kondisi tempat tinggal Kakek Amin yang sudah sangat memprihatinkan, pihak media kemudian menghubungi pemerintah Kecamatan Ratolindo melalui sambungan telepon. Pihak media berharap pemerintah dapat mengambil langkah nyata, tidak hanya memberikan bantuan rutin, tetapi juga memperhatikan kelayakan hunian bagi lansia tersebut.

Di sisa usianya, Kakek Amin hanya berharap dapat menjalani ibadah puasa dengan tenang, meskipun harus bernaung di bawah atap gubuk yang dipenuhi tumpukan kardus dan barang rongsokan.***

Berita Terkait

Karhutla Hanguskan 3 Hektare Lahan di Ulubongka, BPBD dan Tim Gabungan Lakukan Pemadaman
Bupati Buol Hadiri Rakor Pencegahan Korupsi Pelayanan Publik Bidang Pertanahan se-Sulawesi Tengah
Hari Keenam Operasi Sar, Tim Gabungan Perluas Area Pencarian Ferdiyansyah di Perairan Teluk Tomin
Korban Penganiayaan, Kades Bongka Koy Serahkan Bukti Tambahan ke Polres Touna
Efisiensi Anggaran 2026, Pemkab Tojo Una-Una Tegaskan Komitmen Layanan Publik Tetap Prioritas
Polres Touna Ungkap 32 Kasus Narkoba Selama Januari–Juni 2026
Sosialisasi Hukum Pidana Dan Perdata, Kades Ihram: Wujudkan Desa Sadar Hukum
Antisipasi Bencana, Disdamkarmat dan BPBD Edukasi Mitigasi Kebakaran Saat Reses Ketua DPRD Tojo Una-una

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 17:44 WITA

Karhutla Hanguskan 3 Hektare Lahan di Ulubongka, BPBD dan Tim Gabungan Lakukan Pemadaman

Rabu, 29 Juli 2026 - 12:46 WITA

Bupati Buol Hadiri Rakor Pencegahan Korupsi Pelayanan Publik Bidang Pertanahan se-Sulawesi Tengah

Rabu, 29 Juli 2026 - 11:38 WITA

Hari Keenam Operasi Sar, Tim Gabungan Perluas Area Pencarian Ferdiyansyah di Perairan Teluk Tomin

Jumat, 24 Juli 2026 - 19:44 WITA

Korban Penganiayaan, Kades Bongka Koy Serahkan Bukti Tambahan ke Polres Touna

Minggu, 19 Juli 2026 - 15:26 WITA

Efisiensi Anggaran 2026, Pemkab Tojo Una-Una Tegaskan Komitmen Layanan Publik Tetap Prioritas

Berita Terbaru