MUARAENIM (Sumsel) – Ditengah penantianya berharap adanya perbaikan pembangunan jalan yang menghubungkan antara desa Swarna Dwipa dengan desa Desa tunggul Bute dari pihak pemerintah, Warga masyarakat kampung Desa Swarna Dwipa, Senin, (18/7/2022) bergotong royong membersihkan jalan yang sudah tertimbun dengan rerumputan yang selama ini membuat warga kesulitan saat melintas.

Keberadaan jalan Desa Swarna Dwipa Kecamatan Semende Darat Tengah (SDT) Kabupaten Muaraenim Sumatera Selatan itu sudah sekian lama terabaikan dan bahkan tidak pernah tersentuh anggaran daerah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sehingga hal ini menjadi perhatian serius dari pemerintah desa dan seluruh warga Swarna Dwipa untuk memperjuangkan agar mendapat perhatian dari pemerintah daerah Muaraenim untuk dianggarkan dalam APBD 2023.
“ Kami sebagai warga masyarakat berharap jalan lama ini kembali di bangun karena sudah sekian lama jalan ini tidak perna tersentuh anggaran pemda, padahal jalan ini sangat di butuhkan oleh masyarakat dan anak sekolah yang sering melintas di jalan ini,” ungkap Sultan warga Swarna Dwipa kepada media ini, Senen (18/7/2022).
Sultan menambahkan, kondisi jalan yang di bangun semenjak zaman Presiden Soekarno itu dengan panjang hampir 1000 meter itu, hingga kini tidak ada perhatian sedikitpun dari instansi terkait dan pemkab Muaraenim.
“ Panjang jalan kurang lebih 1000 meter, dan jalan ini merupakan akses warga desa untuk mengangkut hasil perkebunan, pertanian, dan merupakan akses alternatif tercepat menuju kabupaten Lahat dan Muaraenim. Tak hanya itu akses jalan ini biasa digunakan melintas oleh para anak sekolah.
“ Intinya kami dari warga desa Swarna Dwipa mengharapkan perhatian dari pemerintah daerah Muara Enim untuk memperbaiki dan membangun jalan ini, minimal ada pengerasan jalan, sebab dengan adanya pembangun jalan tersebut akan sangat membantu untuk meningkatkan hasil produksi pertanian serta meningkatnya perekonomian masyarakat,” harap Sultan.
Senada dengan hal itu, Naswan yang juga warga yang sama menambahkan, “ Dari Zaman nenek moyang kami dulu, pembagunan jalan itu hanya di gontong royongi oleh masyarakat, dan kenapa jalan yang sangat dibutuhkan oleh warga tidak ada perhatian sedikitpun dari pemetintah daerah,” kesal Naswan.
“ harapan kami selaku masyarakat desa Swarna Dwipa semoga Pemkab Muaraenim dan dinas terkait kiranya dapar mendengarkan keluhan kami dan segera membangun jalan ini untuk peningkatan kesejahteraan petani dan warga desa,” pungkasnya
Sementara itu Kepala dinas PUPR Kabupaten Muaraenim Hermin Eko Purwanto belum berhasil dikonfirmasi terakait kondisi jalan vital di desa Swarna Dwipa yang dikeluhkan masyarakat.
[Zulhadiaripin]






















