Banggai, Suarautara.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD ) Kabupaten Banggai menggelar Pelatihan Relawan dan Seminar Akhir Pembentukan Desa Tangguh Bencana DESTANA di Desa Tomeang, Kecamatan Nuhon, pada Senin (28/07/2025).
Kegiatan ini yang menegaskan pentingnya membentuk masyarakat yang tanggap dan siap menghadapi risiko bencana, terutama di wilayah rawan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Banggai, Muh. Oksatiawan, bersama jajaran staf BPBD, BMKG, Pertamina EP, perwakilan Kecamatan Nuhon, dan Pemerintah Desa Tomeang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Yang menarik, pelatihan ini menghadirkan narasumber ahli kebencanaan, Assoc. Prof. Dr. Bambang Dwicahya, SKM, M.Kes., akademisi dari Fakultas Kesehatan Universitas Tompotika Luwuk.
Dalam pemaparannya, Assoc Prof. Dwi menjelaskan secara komprehensif mengenai jenis, penyebab, dan dampak dari bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, kekeringan, angin puting beliung, badai tropis, hingga gelombang ekstrem.
Peningkatan pengetahuan tentang kebencanaan bertujuan untuk mengurangi risiko, meningkatkan kesadaran, serta kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana,” ujar Assoc Prof. Dwi dalam pemaparannya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga lingkungan sekitar sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana.
Hutan adalah tiang penyangga air, mari kita sayangi alam demi keselamatan bersama,”pesannya mengakhiri sesi penyuluhan.
Dirinya pun menyampaikan terima kasih kepada BPBD Banggai yang telah mempercayainya sebagai narasumber dalam agenda edukatif tersebut.
Dengan adanya pelatihan ini, BPBD berharap Desa Tomeang dapat menjadi percontohan desa tangguh bencana di Kabupaten Banggai, serta mampu meminimalisir dampak dari bencana alam melalui kolaborasi antar pihak dan kesadaran masyarakat,” Assoc. Prof. Dwi
( TimUntikaLuwuk/Amrillah Mokoagow )






















