Arogansi Oknum Kades di Wakep Dipersoalkan, Wartawan Diduga Dilecehkan Saat Hendak Wawancara

Selasa, 11 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuaraUtara.com, Tojo Una-una – Sikap seorang oknum Kepala Desa (Kades) di Kecamatan Walea Kepulauan (Wakep), Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, menuai sorotan. Seorang wartawan yang tengah menjalankan tugas jurnalistik mengaku mendapat perlakuan yang dinilai merendahkan profesi pers ketika hendak meminta keterangan terkait kasus penikaman yang terjadi di wilayah desa tersebut.

Peristiwa itu dialami wartawan PublikNusantaraNews.id berinisial SM (52), Senin (10/8/2026), sekitar pukul 13.30 WITA, setelah dirinya melakukan peliputan aksi unjuk rasa warga Tojo di Kantor Bupati Tojo Una-Una.

Dalam perjalanan pulang, SM bertemu dengan oknum kepala desa tersebut. Karena mengetahui adanya persoalan penikaman di desa yang dipimpinnya, SM kemudian berinisiatif meminta wawancara untuk memperoleh keterangan dan memastikan informasi yang akan disampaikan kepada publik.

Namun, upaya konfirmasi tersebut justru disebut berujung pada penolakan dengan nada keras.

Menurut pengakuan SM, oknum kades tersebut melontarkan kalimat:

“Bukan cuma kamu yang saya mau layani.”

Ucapan tersebut membuat SM merasa dilecehkan. Terlebih, menurutnya, saat itu dirinya sedang menjalankan tugas jurnalistik dan telah mengenakan serta membawa identitas pers.

 

Wartawan Pertanyakan Sikap Pejabat Publik

Sikap tersebut kemudian memunculkan pertanyaan: apakah seorang pejabat publik alergi terhadap pertanyaan wartawan?

Wawancara merupakan bagian penting dalam kerja jurnalistik, khususnya ketika seorang wartawan sedang berupaya melakukan konfirmasi terhadap suatu peristiwa yang berkaitan dengan kepentingan publik.

Menolak wawancara tentu merupakan hak seseorang. Namun, cara menyampaikan penolakan semestinya tetap menghormati profesi dan tidak merendahkan wartawan yang sedang menjalankan tugas.

SM menilai pernyataan yang disampaikan kepadanya tidak semestinya keluar dari seorang pejabat pemerintahan desa yang merupakan bagian dari penyelenggara pemerintahan dan pelayanan masyarakat.

Persoalan ini pun tidak lagi semata-mata menyangkut diterima atau tidaknya sebuah wawancara, tetapi menyentuh persoalan etika komunikasi pejabat publik terhadap kerja jurnalistik.

 

Menunggu Sikap Pimpinan Pusat

Pasca kejadian tersebut, SM memilih tidak mengambil langkah secara sepihak. Dirinya terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan pimpinan pusat PublikNusantaraNews.id, yang juga merupakan Ketua Umum Jurnalis Maestro Indonesia (JMI).

SM menyatakan masih menunggu arahan pimpinan terkait langkah selanjutnya.

Selain itu, koordinasi juga dilakukan dengan sejumlah organisasi pers di Sulawesi Tengah, termasuk Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Tengah, Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Tengah, dan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Sulawesi Tengah.

Koordinasi tersebut dilakukan untuk menentukan langkah yang tepat dan proporsional terhadap persoalan yang terjadi.

 

Klarifikasi Oknum Kades Ditunggu

Peristiwa ini sekaligus menjadi ujian bagi keterbukaan pejabat publik terhadap kerja pers. Wartawan memiliki kewajiban melakukan konfirmasi sebelum sebuah informasi disampaikan kepada masyarakat, sementara narasumber juga memiliki hak untuk memberikan keterangan ataupun menolak diwawancarai.

Namun, penolakan tersebut idealnya dilakukan secara santun dan profesional.

Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh klarifikasi dari oknum Kepala Desa yang bersangkutan terkait ucapan dan sikap yang dipersoalkan oleh wartawan SM.

Redaksi membuka ruang seluas-luasnya bagi pihak yang bersangkutan untuk memberikan klarifikasi, hak jawab, maupun penjelasan atas kejadian tersebut.

Publik tentu berharap, persoalan ini tidak berhenti sebagai polemik antara seorang wartawan dan kepala desa, tetapi menjadi momentum untuk mengingatkan seluruh pejabat publik agar tetap menghormati kerja jurnalistik dan kebebasan pers.***

Berita Terkait

Satresnarkoba Polres Tojo Una-Una Kembali Ringkus Seorang Pemuda Terkait Dugaan Kasus Sabu
Setahun Lebih tanpa kepastian Hukum, Kuasa Hukum Terlapor Surati Kapolres Touna, Dengan Tembusan Kapolda Hingga Mabes Polri
Hampir 10 Bulan, Penanganan Dugaan Penyimpangan Dana Hibah KPU Touna Belum Jelas
Audiensi DPC PJS dengan Ketua KPU Touna, Bahas Program Berkelanjutan hingga Perkembangan Kasus Hukum
Amankan Pelaksanaan TKA, Kepala SMA Negeri 1 dan SMK Negeri 3 Ampana Koordinasi dengan PLN
Operasi Gabungan Polres Touna dan BNN Amankan 14 Orang, Satu Ditetapkan Tersangka
DPRD Tojo Una-Una Desak Solusi Konkret Krisis Listrik, Lima Rekomendasi Resmi Dikeluarkan
Disdikbud Tojo Una-Una Amankan Sekolah Hentikan PTM Sementara Akibat Kabut Asap Karhutla

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 15:21 WITA

Satresnarkoba Polres Tojo Una-Una Kembali Ringkus Seorang Pemuda Terkait Dugaan Kasus Sabu

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:10 WITA

Setahun Lebih tanpa kepastian Hukum, Kuasa Hukum Terlapor Surati Kapolres Touna, Dengan Tembusan Kapolda Hingga Mabes Polri

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:08 WITA

Hampir 10 Bulan, Penanganan Dugaan Penyimpangan Dana Hibah KPU Touna Belum Jelas

Selasa, 20 Oktober 2026 - 16:40 WITA

Audiensi DPC PJS dengan Ketua KPU Touna, Bahas Program Berkelanjutan hingga Perkembangan Kasus Hukum

Selasa, 20 Oktober 2026 - 16:33 WITA

Amankan Pelaksanaan TKA, Kepala SMA Negeri 1 dan SMK Negeri 3 Ampana Koordinasi dengan PLN

Berita Terbaru