SUARAUTARA.COM,KOTAMOBAGU– Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) dan Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu melakukan penanda tanganan Nota kesepahaman tentang penempatan dan perlindungan pekerja Migran Indonesia.
Kegiatan tersebut digelar di Rumah dinas Walikota Kotamobagu, Rabu (23/3/2022).
Hadir pada kegiatan itu, Ketua BP2MI Benny Ramdhani, Walikota Kotamobagu Ir tatong bara, Wakil Walikota Nayodo Kurniawan SH, ketua DPRD Kota Kotamobagu, Kapolres Kotamobagu AKBP Irham Halid Sik, Dandim 1303, sejumlah anggota DPRD serta pejabat lingkup Kota Kotamobagu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Walikota Kotamobagu Tatong Bara dalam sambutannya mengatakan, kehadiran ketua BP2MI terasa sangat istimewa. “Mengingat Benny Ramdhani merupakan putra terbaik Kotamobagu bahkan BMR yang saat ini mengabdikan diri ditingkat nasional”ungkap walikota
Dirinya berharap dengan kehadiran BP2MRI dan Penanda tanganan MOU akan membangkitkan semangat masyarakat Bolmong Raya untuk merantau.
“Apalagi tenaga kesehatan cukup banyak disini, karena memang sekolahnya banyak. Semoga cita cita pak Benny bisa tercapai untuk memajukan daerah yang sama kita cintai, “harap Tatong Bara
Selain tenaga kesehatan dirinya juga mengatakan banyak tenaga kerja di kotamobagu yang memiliki kompoten.
“Banyak tenaga yang kompeten yang bisa kita gugah untuk mau dikirim ke luar negeri seperti di Jepang.”ujarnya.
Sementara itu ketua BP2MI Benny Ramdhani dalam sambutannya mengatakan, ini adalah kunjungan ketiga di Kotamobagu sejak dilantik sebagai kepala BP2MI.
“Kotamobagu adalah daerah ke-11 yang MoU dengan BP2MI. Ini momentum yang sangat strategis menyaksikan peristiwa bersejarah, menanda tangani kerja sama”ungkapnya.
Kerja sama ini kata mantan anggota DPD RI meliputi penempatan pekerja migran dari daerah ini ke luar negeri. “Serta aspek perlindungan kepada pekerja ditempat mereka bekerja nanti”tambahnya.
Meski penyumbang devisa terbesar kedua di Indonesia dirinya sangat menyayangkan masih ada pihak yang meremehkan Tenaga Migran Indonesia.
Tercatat, 159.6 triliun sumbangan devisa dari tenaga migran. Ini nilai terbesar kedua setelah migas
“Masih ada pihak yang meremehkan pekerja migran. Saya tegaskan itu akibat pemberitaan yang kurang baik tentang tenaga kerja indonesia yang berangkat secara ilegal”jelasnya.
Dia memastikan jika tenaga kerja migran yang diberangkatkan secara resmi tentunya akan mendapatkan pelayanan yang baik dari negara.
“Pekerja migran indonesia yang berangkat secara resmi akan diberikan pelatihan sesuai dengan jenis pekerjaan yang dipilihnya.”ujar Brani sapaan akrabnya.
Untuk itu dirinya mengajak seluruh masyarakat memanfaatkan peluang ini untuk meningkatkan ekonominya.
“Ayo ambil peluang ini. Ayo tangkap peluang ini. Ini kesempatan. Tidak hanya gaji yang kita dapat tapi juga Transfer Knowledge secara otomatis terjadi. Hal yang baik itulah yang kita bawah “tutup figur yang hobby olahraga sepakbola ini*
Redaktur : Asnan kobandaha






















