SUARAUTARA.COM, Buol – Jelang peringatan Hari Pers Nasional (HPN) ke-76 jatuh pada tanggal 9 Februari 2022 besok, Komunitas Pers Indonesia (KOPI) Buol tengah melaksanakan kegiatan Bakti Sosial (Baksos) sebagai rangkaian puncak peringatan HPN secara Nasional di Pusatkan di Kendari Sulawesi Tenggara (Sultra) yang akan dihadiri Presiden RI Joko Widodo.
Bersama Pemda Buol, Polres, TNI, Satgas penanggulangan Covid 19 Buol, Diskominfo dan Persandian Buol, PT.HIP, KOPI Buol sukses menggelar Gebyar Vaksinasi anak usia 6 – 11 tahun yang dipusatkan di Gedung Education And Training Central milik PT.HIP., Pada Minggu (05/02-2022).
Kegiatan Vaksinasi itu dihadiri sejumlah managemen PT HIP yang merupakan salah satu perusahan perkebunan Kelapa Sawit di Buol.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selanjutnya, pada Selasa (08/02/2022) juga sukses melaksanakan kegiatan penanaman perdana Bibit Mangrove sebanyak 400 pohon tepatnya di pesisir pantai Kelurahan Leok 2 Kecamatan Biau, yang ditandai dengan penanaman secara simbolis oleh Bupati dr.H.Amirudin Rauf, Kapolres AKBP Dieno Hendro Widodo, S.I.K, Danramil, Kajari, Ketua DPRD Srikandi Batalipu,S.Sos dan sejumlah pimpinan OPD diantaranya Dinas Kominfo, Dinas Perikanan, Dinas DLH, Camat Biau dan Lurah Leok 1 dan 2.
Dalam sambutanya, Bupati Amirudin Rauf menyambut baik kegiatan penanaman ‘Bibit Mangrove’ yang merupakan salah satu agenda Baksos yang dilaksanakan KOPI Buol dalam rangka memeriahkan HPN ke 76 tanggal 9 Pebruari 2022.
Dengan mengambil tema Nasional “Menjaga Konsistensi dan Sinergitas Pers Mengawal Terwujudnya Kelestarian Lingkungan Hidup di Kabupaten Buol”
Menurut Bupati Buol, dalam menjalankan roda pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan peran dan fungsi Pers sebagai filar ke 4 Demokrasi sangat dibutuhkan dalam melakukan tugas sosial kontrol yang dinilai sangat strategis untuk membangun kemandirian dalam konteks pembangunan demokrasi di Indonesia.
Menurutnya, dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai sosial kontrol, Pers tidak boleh diintervensi oleh siapapun dalam hal penyampaikan informasi melalui media sepanjang hal itu tidak bertentangan dengan kode etik jurnalistik.
” Diibaratkan menu makanan, Pers itu adalah “Garam” penyedap rasa, dan apapun resep menu makanan yang kita makan, pasti rasanya tidak sedap kalau tanpa garam” tutup Bupati.(**)

























