SuaraUtara.com, Banggai – Taman Kanak-Kanak (TK) Cinta Kasih Ibu Desa Honbola menggelar acara Pelepasan dan Penamatan Siswa Tahun Ajaran 2025-2026 dengan tema “Menuju Masa Depan Gemilang Bersama Generasi Emas”.
Kegiatan tersebut berlangsung secara sederhana namun penuh makna di ruang pertemuan Kantor Desa Honbola, Sabtu (13/06/2026).
Acara dihadiri Kepala TK Cinta Kasih Ibu Sri Wahyuni Alagi bersama dua tenaga pendidik, Kepala Desa Honbola Yustina Maningku, Pdt. Olvi Margareta Singkuku, Ketua PKK Pertin Sakey, para orang tua siswa, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pada tahun ajaran 2025-2026 ini, TK Cinta Kasih Ibu melepas sebanyak 14 siswa yang telah menyelesaikan pendidikan anak usia dini dan siap melanjutkan ke jenjang Sekolah Dasar.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Honbola Yustina Maningku menyampaikan apresiasi kepada para guru yang tetap menjalankan tugas dengan penuh dedikasi meski menghadapi keterbatasan anggaran.
Sebagai pemerintah desa, kami sangat mendukung keberadaan TK Cinta Kasih Ibu karena pendidikan anak usia dini merupakan fondasi penting dalam membangun generasi masa depan.
Walaupun terjadi efisiensi anggaran yang berdampak pada honor guru, kami tetap berupaya memberikan dukungan agar semangat para pendidik tidak surut,” ujarnya.
Yustina menjelaskan, honor guru TK yang sebelumnya sebesar Rp1 juta per bulan kini mengalami penyesuaian menjadi Rp850 ribu akibat kebijakan efisiensi anggaran. Meski demikian, pihaknya tetap berkomitmen mendukung keberlangsungan pendidikan di desa.
Ia juga mengungkapkan bahwa TK Cinta Kasih Ibu yang berdiri sejak tahun 2011 telah melahirkan banyak lulusan berprestasi. Bahkan sejumlah alumni masih mampu menunjukkan prestasi hingga tingkat SMA.
“Anak-anak yang pernah belajar di sini banyak yang berprestasi. Ini menjadi bukti bahwa pendidikan yang diberikan para guru sangat baik dan layak diapresiasi,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala TK Cinta Kasih Ibu Sri Wahyuni Alagi menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh orang tua yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya di sekolah tersebut.
Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para orang tua yang telah menitipkan anak-anaknya kepada kami untuk dibimbing dan dididik selama ini,” ucapnya.
Dengan mata berkaca-kaca, Sri Wahyuni mengaku bangga dapat turut membentuk karakter dan kemampuan dasar anak-anak sebelum melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi.
Menurutnya, meskipun para guru hanya menerima honor yang terbatas, hal tersebut tidak mengurangi semangat mereka untuk mengabdikan diri demi mencerdaskan anak-anak Desa Honbola.
Ini adalah panggilan hati. Kami ingin melihat anak-anak desa memiliki masa depan yang lebih baik melalui pendidikan,” katanya.
Di kesempatan yang sama, salah satu orang tua siswa yang juga menjabat sebagai Kepala Desa Babangbuyangge, Yudi, mengaku sangat terbantu dengan keberadaan TK Cinta Kasih Ibu.
Ia bersama istrinya merasa puas dengan perkembangan pendidikan anak mereka selama menempuh pendidikan di TK tersebut.
“Kami sangat bersyukur karena anak kami telah mendapatkan pendidikan dasar yang baik sebelum melanjutkan ke Sekolah Dasar. Kehadiran TK Cinta Kasih Ibu sangat membantu masyarakat, termasuk warga desa tetangga,” ungkap Yudi.
Acara pelepasan berlangsung penuh haru dan kebahagiaan. Para siswa menampilkan berbagai kreativitas sebagai bentuk perpisahan sekaligus ungkapan terima kasih kepada para guru yang telah membimbing mereka selama menempuh pendidikan di TK Cinta Kasih Ibu.
Melalui semangat kebersamaan dan dedikasi para pendidik, TK Cinta Kasih Ibu terus berkomitmen menjadi wadah pembentukan karakter dan pengetahuan dasar bagi anak-anak Desa Honbola menuju masa depan yang lebih gemilang.
Tak hanya itu para orang tua murid juga secara sukarela rela membawa makan berupa laukpauk guna di nikmati bersama para orang tua murid
(AM’oks69)
























