Suarautara.com,BUOL– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buol terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) daerah melalui percepatan program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).
Langkah ini dimatangkan dalam pertemuan strategis antara Bupati Buol Risharyudi Triwibowo bersama Tim Pengelola Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU).
Bupati Buol menekankan bahwa program RPL menjadi solusi krusial dalam memberikan akses pendidikan formal yang lebih fleksibel bagi masyarakat. Program ini memungkinkan pengalaman kerja atau pelatihan informal calon mahasiswa dikonversi menjadi Satuan Kredit Semester (SKS).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dengan skema tersebut, masa studi dapat dipangkas menjadi 1 hingga 2 tahun, jauh lebih singkat dibandingkan jalur reguler yang umumnya memakan waktu minimal 4 tahun.
“Kami ingin memberikan kemudahan bagi masyarakat, khususnya aparatur desa dan pegawai yang telah memiliki pengalaman kerja minimal tiga tahun, untuk meraih gelar akademik,” ujar Bupati dalam pertemuan tersebut.
Sasaran utama program ini meliputi masyarakat yang pernah menempuh bangku kuliah namun putus studi, serta lulusan SMA sederajat yang sudah bekerja, baik di instansi pemerintah daerah maupun sektor lainnya.
Untuk menyukseskan implementasi ini, Bupati menginstruksikan panitia pendaftaran agar mempermudah proses administrasi dan memastikan informasi terkait mekanisme pendaftaran tersampaikan dengan jelas kepada calon mahasiswa.***






















