Suarautara.com,TOUNA-Pemerintah Kabupaten Tojo Una-una (Touna) menunjukkan komitmen serius dalam menjaga kelestarian bahasa daerah melalui pembukaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengajar Utama Program Tunas Bahasa Ibu.
Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Setda Touna, Viviyantisyah Latjuba, S.T., M.Si., mewakili Bupati Touna di Lawaka, Senin (14/4/2026).
Dalam sambutannya, Viviyantisyah menekankan bahwa bahasa ibu merupakan identitas sekaligus warisan budaya yang tak ternilai harganya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya Bimtek ini sebagai langkah nyata revitalisasi bahasa daerah guna mencegah kepunahan.
“Bahasa ibu adalah identitas dan warisan budaya yang harus kita jaga. Melalui para pengajar utama ini, kita berharap bahasa daerah di Touna tetap hidup dan diwariskan ke generasi muda,” ujar Viviyantisyah.
Program yang digagas oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) ini diikuti oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari guru, pegiat literasi, hingga tokoh adat dari berbagai kecamatan di wilayah Touna.
Para peserta yang hadir diproyeksikan menjadi garda terdepan atau penggerak utama dalam mengajarkan kembali bahasa daerah, baik di lingkungan sekolah formal maupun melalui sanggar-sanggar komunitas. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan budaya lokal di tengah arus modernisasi.
(Agung)






















