Catatan Perjalanan Bisnis Founder Owner BARONG Grup, Gus Lilur di Negeri Berbahasa Tagalog, Philipina  ‎

Minggu, 15 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarautara.com|MANILA – Langit biru di ibu kota Negara Philipina, Manila sore itu cerah. Secerah hati pngusaha berkelahiran asli Dusun Soka’an, desa Trebungan, Kecamatan Mangaran, Situbondo, Jawa Timur, Indonesia, HRM. Khalilur R Abdullah Sahlawiy, atau yang biasa disapa Gus Lilur yang telah mengumumkan rampungnya tentang rancangan besar pengembangan industri rokok nasional yang memadukan kekuatan korporasi dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

‎Adapun konsep bisnis itu telah disusun sebagai langkah lanjutan setelah ia menuntaskan tahap awal legalitas sejumlah perusahaan yang bergerak di sektor rokok, tembakau, dan distribusi.

‎Berdasarkan catatan perjalanannya yang disampaikan Gus Lilur dari kamar 1210 Hotel Sheraton Manila Bay, Filipina, pada Ahad/Minggu, (15/3/2026), bahwa dirinya telah menyelesaikan fondasi hukum bagi beberapa induk perusahaan yang akan menjadi tulang punggung ekspansi usaha di Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

‎“Persiapan tahap awal berupa legalitas usaha telah kami rampungkan. Tahap berikutnya adalah ekspansi usaha yang terintegrasi antara industri besar dan penguatan UMKM,”  jelasnya.

‎Struktur bisnis yang dirancang tersebut adalah terdiri dari tiga sektor utama, yakni perusahaan rokok, perusahaan tembakau, dan perusahaan distribusi. Pada sektor perusahaan rokok, terdapat enam induk perusahaan yang dirancang untuk menjadi penggerak utama produksi.

‎Sebanyak 5 di antaranya telah menyelesaikan proses legalitas, sementara satu perusahaan masih dalam tahap penyelesaian administrasi. Beberapa entitas yang disebutkan antara lain Rokok Bintang Sembilan (RBS), Bandar Rokok Nusantara (BARON), Joko Tole Nusantara (JOLENTARA), Madura Tembakau Nusantara (MADANTARA), Bandar Rokok Nusantara Global (BARONG), serta Madura Indonesia Tembakau (MASAKU).

‎Dua perusahaan tembakau juga disiapkan untuk memperkuat pasokan bahan baku, yakni Nusantara Global Tobacco (NGO) dan Bandar Tembakau Indonesia (Bakau Indonesia).

‎Sementara untuk mendukung distribusi logistik nasional, didirikan perusahaan Angkut Barang Seluruh Nusantara (Abang Setara).

‎Setelah tahap legalitas, langkah berikutnya adalah ekspansi infrastruktur industri. Rencana tersebut mencakup pembangunan gudang tembakau di 17 kabupaten yang tersebar di tiga provinsi, yakni Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Jawa Tengah.

‎Sedangkan Wilayah yang direncanakan menjadi lokasi gudang tembakau meliputi sejumlah daerah sentra produksi tembakau seperti Sumenep, Pamekasan, Situbondo, Probolinggo, Lumajang, Jember, Banyuwangi, Lombok Timur, Lombok Tengah, Mataram, Temanggung, Wonosobo, Demak, Kudus, Pati, Magelang, dan Jepara.

‎Tidak hanya gudang tembakau, Gus Lilur juga merancang pembangunan 19 pabrik rokok berskala menengah hingga besar di tiga provinsi tersebut. Dua di antaranya akan berlokasi di Sidoarjo dan Malang.

‎Gus Lilur juga menambahkan bahwa, pabrik-pabrik tersebut dirancang untuk berstandar internasional dengan sistem produksi modern yang tetap memanfaatkan kekuatan bahan baku tembakau lokal.

‎Yang membedakan konsep bisnis ini dari model industri konvensional adalah keterlibatan sektor UMKM dalam rantai produksi. Ia merencanakan pembinaan sekitar 2.000 perusahaan rokok UMKM yang akan tersebar di 17 kabupaten tempat gudang tembakau didirikan.

‎Setiap unit usaha kecil itu diproyeksikan mempekerjakan sekitar 20 pekerja. Jika rencana ini terealisasi, total lapangan kerja yang tercipta diperkirakan mencapai 40.000 tenaga kerja.

‎“Model ini bukan sekadar bisnis besar. Kami ingin membangun ekosistem yang memberi ruang bagi usaha rakyat untuk tumbuh bersama,” jelasnya.

‎Produksi UMKM tersebut akan difokuskan pada enam jenis rokok kretek yang menggunakan berbagai varietas tembakau khas Indonesia, seperti tembakau Lombok, Madura, Jember–Banyuwangi, Situbondo, Lumajang, hingga tembakau srintil dari Temanggung.

‎Khalilur menegaskan bahwa gagasan ini tidak semata berorientasi pada keuntungan industri, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan petani tembakau dan memperkuat daya saing produk nasional.

‎Ia berharap pengembangan ekosistem industri rokok yang terintegrasi dapat membuka peluang ekonomi baru di daerah, sekaligus mengangkat komoditas tembakau Indonesia ke tingkat global.

‎“Harapannya, petani tembakau semakin sejahtera, industri rokok nasional semakin kuat, dan Indonesia dapat menjadi pemain besar dalam industri ini,” katanya.

‎Rancangan strategis tersebut, menurutnya, telah selesai disusun pada 15 Maret 2026 di Manila dan akan mulai disosialisasikan kepada berbagai pihak, termasuk mitra usaha, pelaku UMKM, dan masyarakat luas.

‎Berdasarkan dengan konsep yang menggabungkan industri skala besar dan usaha rakyat itulah, Gus Lilur optimistis ekosistem bisnis yang dirancangnya dapat menjadi salah satu model pengembangan industri berbasis kemitraan di Indonesia.

‎Saatnya Petani Tembakau Indonesia Kaya. Saatnya Rokok indonesia Berjaya. Saatnya Republik Indonesua Jaya Raya. Salam Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. HRM. Khalilur R Abdullah Sahlawiy. Founder Owner Bandar Rokok Nusantara Globar Grup BARONG GRUP

Berita Terkait

Ditemani Senja Pantai Kilo Lima, Hadianto Rasyid Berbagi Pesan Inspiratif tentang Pelayanan Publik
Dorong Pariwisata Bahari, KUPP Luwuk dan Pemkab Banggai Sosialisasikan Operasional Kapal Wisata Teluk Lalong
Lepas 60 Siswa TK Adhyaksa XL Kadisdikbud Syafrudin dan Kajari Akbar Tekankan Pendidikan Karakter Sejak Dini
SMP Negeri Mirqan Luwuk Selatan Resmi Hadir Usung Konsep Smart School untuk Wujudkan Banggai Cerdas
RUPS PT Banggai Energi Utama Setujui Dividen Tahun Buku 2025 Perkuat Tata Kelola Perusda
Inovasi Pelayanan Publik Tegas Bupati Amirudin Harus Beri Dampak Nyata bagi Masyarakat
Saat Pimpin Rapat Persiapan GTRA 2026 Bupati Amirudin Tegaskan Reforma Agraria untuk Kesejahteraan Masyarakat Banggai
Buka Diklat Koperasi Merah Putih Bupati Amirudin Dorong Digitalisasi dan Penguatan Ekonomi Desa

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 18:26 WITA

Ditemani Senja Pantai Kilo Lima, Hadianto Rasyid Berbagi Pesan Inspiratif tentang Pelayanan Publik

Jumat, 12 Juni 2026 - 11:58 WITA

Dorong Pariwisata Bahari, KUPP Luwuk dan Pemkab Banggai Sosialisasikan Operasional Kapal Wisata Teluk Lalong

Jumat, 12 Juni 2026 - 01:09 WITA

Lepas 60 Siswa TK Adhyaksa XL Kadisdikbud Syafrudin dan Kajari Akbar Tekankan Pendidikan Karakter Sejak Dini

Rabu, 10 Juni 2026 - 23:12 WITA

SMP Negeri Mirqan Luwuk Selatan Resmi Hadir Usung Konsep Smart School untuk Wujudkan Banggai Cerdas

Rabu, 10 Juni 2026 - 22:45 WITA

RUPS PT Banggai Energi Utama Setujui Dividen Tahun Buku 2025 Perkuat Tata Kelola Perusda

Berita Terbaru