Oknum Pegawai RSUD Ampana Diduga Aniaya Staf PPPK di Depan Anak Korban, Kasus Dilaporkan ke Polisi

Rabu, 25 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Diduga Dianiaya Pegawai RSUD Ampana, Inserta Oknum PPPK (Foto:Ist)

Diduga Dianiaya Pegawai RSUD Ampana, Inserta Oknum PPPK (Foto:Ist)

TOUNA, SUARAUTARA.COM – Dugaan tindak kekerasan terjadi di lingkungan RSUD Ampana, Kabupaten Tojo Una-Una. Seorang pegawai staf berstatus PPPK berinisial IW mengaku menjadi korban pemukulan oleh oknum pegawai berinisial MR yang disebut merupakan kepala ruangan di rumah sakit tersebut.

Peristiwa itu terjadi pada Selasa (24/2/2026) sekitar pukul 10.00 WITA di area rumah sakit, tepat setelah IW menjemput anaknya yang masih berusia sekitar 8 tahun dari salah satu sekolah dasar di wilayah Bailo, Ampana Kota.

Kepada awak media, IW menceritakan kejadian bermula saat anaknya ingin ke toilet namun merasa takut bertemu dengan oknum MR. IW kemudian mencoba menenangkan anaknya.

“Anak saya mau BAB dan minta ditemani karena takut dengan oknum MR. Saya bilang masuk saja tidak apa-apa, tidak usah takut,” ungkap IW.

Namun, ucapan tersebut diduga terdengar oleh MR dan membuatnya tersinggung. IW menyebut oknum tersebut kemudian melontarkan kata-kata yang tidak pantas sebagai seorang aparatur sipil negara kepada dirinya yang hanya berstatus tenaga PPPK.

“Saya sempat membalas perkataannya, tapi tiba-tiba dia naik pitam dan langsung memukul saya di bagian bibir, pipi kiri, dan belakang kepala,” jelasnya.

Akibat kejadian itu, IW mengalami luka sobek pada bibir, luka di bagian dalam pipi, serta bengkak di bagian belakang kepala. Lebih dari itu, korban mengaku terpukul secara psikologis karena peristiwa tersebut disaksikan langsung oleh anaknya.

“Anak saya melihat saya dipukul di depan matanya. Dia sangat ketakutan dan sampai sekarang trauma,” katanya.

Merasa keberatan, IW telah melaporkan dugaan penganiayaan tersebut ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Tojo Una-Una untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.

“Saya berharap aparat penegak hukum dapat menindak oknum MR sesuai undang-undang yang berlaku,” tutup IW.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak manajemen RSUD Ampana terkait insiden tersebut.** [Agung]

Berita Terkait

Setahun Lebih tanpa kepastian Hukum, Kuasa Hukum Terlapor Surati Kapolres Touna, Dengan Tembusan Kapolda Hingga Mabes Polri
Hampir 10 Bulan, Penanganan Dugaan Penyimpangan Dana Hibah KPU Touna Belum Jelas
Audiensi DPC PJS dengan Ketua KPU Touna, Bahas Program Berkelanjutan hingga Perkembangan Kasus Hukum
Amankan Pelaksanaan TKA, Kepala SMA Negeri 1 dan SMK Negeri 3 Ampana Koordinasi dengan PLN
Operasi Gabungan Polres Touna dan BNN Amankan 14 Orang, Satu Ditetapkan Tersangka
DPRD Tojo Una-Una Desak Solusi Konkret Krisis Listrik, Lima Rekomendasi Resmi Dikeluarkan
Disdikbud Tojo Una-Una Amankan Sekolah Hentikan PTM Sementara Akibat Kabut Asap Karhutla
Sekda Touna Lantik Dua Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:10 WITA

Setahun Lebih tanpa kepastian Hukum, Kuasa Hukum Terlapor Surati Kapolres Touna, Dengan Tembusan Kapolda Hingga Mabes Polri

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:08 WITA

Hampir 10 Bulan, Penanganan Dugaan Penyimpangan Dana Hibah KPU Touna Belum Jelas

Selasa, 20 Oktober 2026 - 16:40 WITA

Audiensi DPC PJS dengan Ketua KPU Touna, Bahas Program Berkelanjutan hingga Perkembangan Kasus Hukum

Selasa, 20 Oktober 2026 - 16:33 WITA

Amankan Pelaksanaan TKA, Kepala SMA Negeri 1 dan SMK Negeri 3 Ampana Koordinasi dengan PLN

Senin, 19 Oktober 2026 - 12:09 WITA

Operasi Gabungan Polres Touna dan BNN Amankan 14 Orang, Satu Ditetapkan Tersangka

Berita Terbaru

OPINI

Ketika Diskusi Akan Merekatkan Tali Kerjasama

Jumat, 23 Okt 2026 - 09:52 WITA

Topik Utama

The Ultimate Guide to Online Casino 10 Euro

Jumat, 23 Okt 2026 - 09:30 WITA