Bogor, Suarautara.com – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Buol menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) FKUB yang digelar di Peony Ballroom Hotel Avenzel & Convention Jl. Raya Kranggan no. 69 Cibubur, Kota Bekasi, Jawa Barat.Bogor, Jawa Barat. Kamis (5/2/2026), yang dibuka langsung oleh Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri.
Kegiatan berskala nasional ini menjadi momentum penting dalam memperkuat peran FKUB sebagai garda terdepan penjaga kerukunan dan toleransi antarumat beragama di daerah.
Rombongan FKUB Buol yang hadir dalam Rakornas tersebut di antaranya Drs.Moh. Nur Korompot,M,Pd Wakil ketua FKUB, Pdt Nelius Tanonggi, S,Th dan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Dr. Mansur Hentu, serta Bendahara Kesbangpol, Muchtar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Keikutsertaan mereka menegaskan komitmen FKUB Buol dalam mendukung kebijakan nasional terkait penguatan moderasi beragama serta stabilitas sosial berbasis nilai toleransi.
Rakornas FKUB diikuti perwakilan FKUB dari berbagai provinsi serta kabupaten/kota se-Indonesia. Forum ini membahas sejumlah isu strategis, mulai dari penguatan deteksi dini potensi konflik sosial bernuansa keagamaan, peningkatan peran FKUB dalam mediasi persoalan keagamaan di daerah, hingga penguatan sinergi antara FKUB, pemerintah daerah, TNI-Polri, dan tokoh masyarakat.
Moh. Nur Korompot menyampaikan bahwa Rakornas menjadi ruang pembelajaran sekaligus konsolidasi nasional bagi seluruh pengurus FKUB. Menurutnya, banyak praktik baik dari daerah lain yang dapat diadaptasi untuk memperkuat peran FKUB di Kabupaten Buol.
“Rakornas ini sangat penting untuk menyamakan persepsi dan strategi dalam menjaga kerukunan umat beragama. Tantangan ke depan semakin kompleks, sehingga FKUB harus semakin aktif dalam dialog lintas agama dan edukasi kepada masyarakat,” ujarnya kepada suarautara.com saat dihubungi.
Ia menambahkan, perkembangan teknologi informasi yang begitu cepat juga menjadi perhatian, karena potensi penyebaran informasi yang keliru bisa memicu kesalahpahaman antarumat beragama. Oleh karena itu, FKUB dituntut lebih responsif dan adaptif dalam melakukan pendekatan persuasif serta membangun komunikasi yang sejuk di tengah masyarakat.
Sementara itu, Mansur Hentu menegaskan bahwa hasil Rakornas akan ditindaklanjuti melalui penyusunan program kerja FKUB Buol yang lebih terarah dan kontekstual sesuai kondisi daerah.
“Nilai toleransi, saling menghormati, dan hidup berdampingan secara damai harus terus dijaga. Rakornas ini memberi banyak masukan berharga bagi kami untuk memperkuat peran FKUB di Buol,” katanya.
Melalui keikutsertaan dalam Rakornas ini, FKUB Buol diharapkan semakin solid, profesional, dan mampu menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam menjaga harmoni sosial. Peran FKUB dinilai sangat penting dalam menciptakan suasana yang aman, damai, dan kondusif di tengah keberagaman masyarakat.
Kegiatan Rakornas juga menjadi wujud komitmen nasional dalam merawat kebhinekaan serta memperkuat fondasi persatuan bangsa melalui pendekatan dialog, toleransi, dan kerja sama lintas agama.[ucan]






















