Chaotic Life
Poem by Rajesh Sharma
_
Life’s chaos swirls, a stormy sea,
Turbulent waves, crashing free.
In the eye, a calm within,
A refuge from life’s maddening din.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
The winds howl loud, the thunder rolls,
But in the stillness, wisdom unfolds.
A chance to breathe, to find our way,
Through life’s chaos, to a brighter day.
In the turmoil, we search for peace,
A haven from life’s frantic release.
The chaos rages, wild and free,
But in the calm, we find serenity.
Through the storm, we navigate slow,
And find our strength, as the winds do blow.
For in the chaos, we discover might,
And rise above, into the light.
_
Hanumakonda District, India, August 24th, 2025
—————
Indonesian Version
Kehidupan yang Kacau
Puisi: Rajesh Sharma
Penerjemah (Inggris-Indonesia):
Leni Marlina
_
Hidup berputar liar, samudra badai tak tertahan,
Gelombang menghantam tanpa batas, menuntun jiwa ke pinggir tepi.
Di tengah pusaran, ada mata yang sunyi,
Perlindungan kecil dari hiruk-pikuk yang memekakkan.
Angin meraung, guntur menggelinding,
Namun dalam keheningan, rahasia tersingkap perlahan.
Sebuah tarikan napas, jalan untuk meniti,
Melintasi kekacauan, menapaki fajar yang menunggu.
Di tengah kekacauan, kita mencari damai,
Pelabuhan kecil dari lepasnya hiruk kehidupan.
Kekacauan menerjang, liar, tak terjangkau,
Tetapi dalam ketenangan, kita temukan ketenteraman yang abadi.
Melalui badai, langkah kita pelan tapi pasti,
Menemukan kekuatan saat angin menampar wajah.
Karena dari pusaran itu, kita lahir lebih kuat,
Bangkit ke atas gelombang, menjemput cahaya.
_
Hanumakonda District, India, 2025
———-


Picture of Indian poet (member of ACC SHILA & PPIC): Rajesh Sharma. Image source: Doc’s RS via PPIC & SuaraUtara.com.
Tentang Penyair & Penerjemah
Rajesh Rasma (Penyair India & Leni Marlina (Penyair Indonesia) merupakan penyair yang produktif menulis sajak dan tergabung dalam ACC Shanghai Huifeng International Community (ACC SHILA) & Poetry Pen International Community (PPIC).
Leni Marlina lahir di Baso, Agam, Sumbar, dan berdomisili di Padang. Ia merupakan penyair, penulis, dan dosen di Program Studi Sastra Inggris, FBS UNP Padang (sejak 2006).
Karya-karya terbarunya meliputi buku kumpulan puisi tunggal “The Beloved Teachers” (2025), “L-BEAUMANITY: Love, Beauty, and Humanity” (2025), serta trilogi “English Stories for Literacy” (2024-2025). Selain menulis puisi, ia aktif menulis cerpen, esai, kritik sastra, ulasan karya sastra, serta menerjemahkan beragam teks sastra dan jurnalistik.
Leni menerima penghargaan Penulis Berprestasi 2025 dari persatuan penukis SatuPena Sumbar pada International Minangkabau Literary Festival ke-3 (IMLF-3), penghargaan ACC International Literary Prize 2005 dari ACC Shanghai Huiyu International Literary Creative Media Centre, penghargaan dari komunitas sastra “The Rhythm of Vietnam” 2025.
Leni ditunjuk dan dipercayakan sebagai Indonesian Poetry Ambassador untuk ACC Shanghai Huifeng Internatioanl Literary Association (ACC SHILA), sekaligus the ASEAN Directors for ACC SHILA Poets sejak tahun 2025. Di tahun yang sama, Leni ditunjuk dan dipercayakan oleh Capital Writers International Foundation sebagai National Director (Indonesia) untuk Panorama International Literary Festival (PILF) Januari-Februari 2026 di India. (Informasi acara selengkapnya: www.panoramafestival.org).






















