Tiga Hari Tiga Malam (Lagu)

Kamis, 11 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar Ilustrasi by Rastono Sumardi

Gambar Ilustrasi by Rastono Sumardi

Lagu ini diadaptasi dari puisi karya Ririe Aiko yang berjudul “Rindu Yang Terkemas Pilu”

yang dipublikasi di hatipena.com – Rindu yang Terkemas Pilu – Hatipena

…………………………………………………………………………..

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hujan… masih turun di dadaku
Lumpur… masih tinggal di mataku

Di antara puing basah oleh hujan
Aku melangkah dengan kaki tertahan
Tanah runtuh menelan harapan
Tapi namamu, Nak… tak bisa kulepaskan

Kugali sunyi dengan tangan gemetar
Menyibak batu, menepis getar
Aku mencari bukan untuk berpisah
Aku mencari… meski dunia bilang “sudah”

Air mataku mengalir pelan
Membawa pulang semua kenangan
Kau biasa datang bawa bunga liar
Kini bungamu… hilang bersama kabar

Tiga hari tiga malam
Ayah di sini takkan pulang
Meski lapar tak punya ruang
Meski kukuku patah menggenggam tanah

Tuhan dengar tangisku
Jangan biar rindu membatu
Ijinkan kutemukan kau, anakku
Walau tinggal sepotong waktu

Langkahku goyah di bukit nestapa
Orang berkata, “Tulang, sudahlah…”
Tapi hatiku tak mau menyerah
Karena kau separuh jiwa

Kutelan salah yang tak pernah habis
“Kenapa aku tak bisa menepis
Takdir kelam yang datang menerkam?”
Suara ini pecah di dalam diam

Hujan makin deras mengguyur luka
Dunia kabur di depan mata
Relawan menahan airnya sendiri
Menggenggam kuat tanganku di sini

Tiga hari tiga malam
Ayah di sini takkan pulang
Meski lapar tak punya ruang
Meski kukuku patah menggenggam tanah

Tuhan dengar tangisku
Jangan biar rindu membatu
Ijinkan kutemukan kau, anakku
Walau tinggal sepotong waktu

Kalau memang kau tak kembali
Biarkan ayah melihatmu sekali
Biar kutitip doa di keningmu
Biar kuucap “maaf” pada hidupku

Langit kelabu, saksi bisu
Napas tersengal memanggil namamu
Boruku… dengar ayah di sini
Tak akan pergi sebelum kutemui

Tiga hari tiga malam
Ayah di sini takkan pulang
Meski tubuhku hampir tumbang
Cintaku lebih kuat dari bencana

Tuhan dengar tangisku
Jangan biar rindu membatu
Ijinkan kutemukan kau, anakku
Walau tinggal sepotong waktu


Hujan… peluklah dukaku
Nak… ayah tak pernah jauh…

Creator musik : Rastono Sumardi

Luwuk, Sulawesi Tengah, 12/11/2025

Dengarkan lagunya di bawah ini :

Sumber Video : https://youtu.be/DsyEjM3_108?si=6o0Gjz_o92v1iIi5

Berita Terkait

Puisi Anies Septivirawan: “Indonesia Raya dan Mercusuar Perdamaian Dunia”
Tahap Akhir Seleksi JPTP Banggai Wabup Furqanuddin Dorong Lahirnya Pemimpin Birokrasi Teladan
Mahasiswa IPB Survei Mangrove di Desa Masing Kades Satuwo Andy Tahang Dorong Wisata dan Pelestarian Lingkungan
UNDANGAN DISKUSI: RERASAN SASTRA, Kolaborasi Hangat dari Berbagai Simpul Kreatif
Disdikbid Banggai Bersama PT Panca Amara Utama Perkuat Pendidikan serta Kesehatan dan Pemberdayaan Desa
Hut ke 62 Sulteng Wabup Banggai Furqanuddin Berikan Komitmen Perkuat Sinergi Provinsi dan Daerah
Resmikan Desa Persiapan Mekar Mulya Bupati Amirudin Tekankan Agar Pemerataan Pelayanan
Bupati Banggai Amirudin Langsung Jemput MenDes PDT Yandri Susanto di Bandara SAA

Berita Terkait

Minggu, 26 April 2026 - 20:46 WITA

Puisi Anies Septivirawan: “Indonesia Raya dan Mercusuar Perdamaian Dunia”

Sabtu, 25 April 2026 - 12:28 WITA

Tahap Akhir Seleksi JPTP Banggai Wabup Furqanuddin Dorong Lahirnya Pemimpin Birokrasi Teladan

Jumat, 17 April 2026 - 22:55 WITA

Mahasiswa IPB Survei Mangrove di Desa Masing Kades Satuwo Andy Tahang Dorong Wisata dan Pelestarian Lingkungan

Kamis, 16 April 2026 - 13:51 WITA

UNDANGAN DISKUSI: RERASAN SASTRA, Kolaborasi Hangat dari Berbagai Simpul Kreatif

Senin, 13 April 2026 - 22:02 WITA

Disdikbid Banggai Bersama PT Panca Amara Utama Perkuat Pendidikan serta Kesehatan dan Pemberdayaan Desa

Berita Terbaru