‎Mengendus Makna Tari Topeng “Branyak Pesisiran”:  Ada Jejak Kejayaan Majapahit di Patukangan yang Saat Ini Menjadi Kecamatan Panarukan 

Rabu, 10 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAUTARA.COM|SITUBONDO – Eksistensi sejarah kabupaten Situbondo kini telah terkuak. Terungkapnya asal – usul Situbondo menjadi terang benderang setelah ada perhelatan bergengsi yang belum pernah terjadi di Kabupaten Situbondo,  digelar.

‎Adalah Seminar dan Workshop Fiqih Kebudayaan dengan tema “Meningkatkan Kompetensi Guru Seni Budaya” yang digelar oleh LSBO ( Lembaga Seni Budaya dan Olahraga) Pimpinan Daerah Situbondo pada Minggu 7 Desember 2025  di Gedung Graha Cendikia PGRI Situbondo.

‎Kegiatan Seminar dan Workshop yang di gelar LSBO PD Muhammadiyah Situbondo ini Mendapat perhatian khusus  baik dari kalangan akademisi, birokrasi Pemerintahan Situbondo,Ketua DPRD ,  Pemerhati budaya hingga para jurnalis.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

‎Kegiatan Seminar ini menjadi satu satunya kegiatan  mandiri dalam perbaikan Sumber Daya Manusia ( SDM ) Situbondo yang diikuti oleh para akademisi yang diikuti para guru, pendidik yang langsung bersentuhan dengan masyarakat yang menginginkan sebuah perubahan agar Situbondo betul betul naik Kelas kendatipun harus mandiri.

‎Seminar dan Workshop Fiqih Kebudayaan menghadirkan Pembicara Nasional, Kyai CEPU dan Juri Nasional KEN Sumenep Hosnatun atau CAK Tutun.

‎Kurang kebih 100 orang  peserta seminar mendapatkan banyak Ilmu dan pemahaman tentang Kaidah Kaidah Fiqih dalam berkesenian dan berkebudayaan.

‎Peserta juga diagetkan dengan munculnya  jejak – jejak peradaban  kejayaan Majapahit di Bumi Patukangan yang saat ini menjadi kecamatan Panarukan dan ditampilkan dalam sebuah Fragmen Sendra Tari Topeng, cuplikan sejarah yang pernah terjadi pada masa silam, tepatnya pada tahun 1359 M.

‎Dikisahkan pada tahun 1359 Masehi, Patukangan didatangi raja Majapahit, Hayam Wuruk.  Peristiwa kedatangan petinggi Majapahit itu adalah sebuah kunjungan Raja Hayam Wuruk bersama Raja – Raja Se Jawa , Bali dan Madura ke Patukangan, kini kecamatan Panarukan.

‎Pada saat raja-raja itu datang, rakyat di Patukangan diperintahkan oleh sang raja Hayam Wuruk agar menggunakan topeng sembari menyambut dengan tari -tarian yang kini dikenal dengan tari topeng “Branyak Pesisiran”.

‎Menurut Cak Tutun, tari bersejarah bernama “Topeng Branyak Pesisiran”  merupakan jejak peradaban kejayaan Majapahit di Patukangan sekarang menjadi kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur.

‎”Rakyat Patukangan menggunakan topeng bermakna sebagai simbol penghormatan kepada sang raja agar tatapan mata rakyat tidak menatap secara langsung kepada raja Hayam Wuruk. Secara fisiolofis, topeng yang rakyat gunakan adalah simbol andap asor (sikap kesopanan) kepada rajanya. Dan tarian itu tetap kami lestarikan, yang kemunculannya baru kami tampilkan dalam acara seminar ini setelah lebih 40 tahun kesenian ini tenggelam,” ujar Hosnatun yang merupakan generasi ke – 5 dari pelestari topeng “Beranyak Pesisiran”.

Berita Terkait

NBI Usulkan Duet Kiai Alim dan Intelektual Muda Pimpin PBNU 2026 – 2031
Aliansi Mahasiswa Pertanyakan Pembongkaran Sarana Olahraga Masyarakat Matabas itu Telah Lama Digunakan Warga
SMP Negeri Mirqan Edukasi Cinta Rupiah dan Salurkan Bantuan Perlengkapan Belajar bagi Siswa
Semarak Tahun Baru Islam 1448 Hijriyah, Ribuan Warga Padati Pawai SIC
Status Area Plengsengan Dipertanyakan Aktivitas Bongkar Muat BBM dan Pungutan Retribusi di Kawasan Pelabuhan Ferry Luwuk Jadi Sorotan
Fahrul Damalante Bawa FD Apparel FC Raih Gelar Juara Hardianto Rasyid Cup 2026 Kalahkan Tanjung Tuwis FC 4-0
Desa Pisou Wakili Banggai di Lomba Desa Tingkat Provinsi Sulteng 2026 Pemkab Optimistis Raih Hasil Terbaik
O2SN Banggai 2026 Dimulai Sekda Ramli Tongko Bacakan Sambutan Bupati Amirudin tentang Semangat Prestasi Nasional

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 14:21 WITA

NBI Usulkan Duet Kiai Alim dan Intelektual Muda Pimpin PBNU 2026 – 2031

Kamis, 18 Juni 2026 - 10:42 WITA

Aliansi Mahasiswa Pertanyakan Pembongkaran Sarana Olahraga Masyarakat Matabas itu Telah Lama Digunakan Warga

Selasa, 16 Juni 2026 - 21:07 WITA

SMP Negeri Mirqan Edukasi Cinta Rupiah dan Salurkan Bantuan Perlengkapan Belajar bagi Siswa

Selasa, 16 Juni 2026 - 15:35 WITA

Semarak Tahun Baru Islam 1448 Hijriyah, Ribuan Warga Padati Pawai SIC

Senin, 15 Juni 2026 - 15:59 WITA

Status Area Plengsengan Dipertanyakan Aktivitas Bongkar Muat BBM dan Pungutan Retribusi di Kawasan Pelabuhan Ferry Luwuk Jadi Sorotan

Berita Terbaru