By : Ridayati
Di ujung pagi yang masih basah oleh embun,
kau melangkah membawa cahaya dalam diam.
Tak pernah kau hitung lelah yang mengalir,
sebab di dadamu, masa depan bangsa sedang kau lahirkan.
Di ruang kecil dengan papan tulis sederhana,
kau sulap huruf menjadi jendela dunia.
Setiap kata yang kau ajarkan,
adalah pijakan bagi mimpi yang ingin tumbuh.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Terkadang waktu terasa berat,
disisipi kurangnya penghargaan dan banyaknya tuntutan.
Namun langkahmu tak pernah goyah,
sebab kau percaya: ilmu adalah jalan panjang menuju kemerdekaan.
Kau bukan hanya pengajar yang memberi nilai,
kau adalah penguat hati yang membuat anak-anak berani.
Di balik senyummu yang tulus,
ada pengorbanan yang tak pernah kau pamerkan.
Wahai guru, pelita yang tak meminta balasan,
engkaulah alasan bangsa ini terus menemukan harapan.
Hari ini kami mengucap terima kasih,
atas cahaya yang tak pernah padam meski angin sering mencoba memadamkannya.
Selamat Hari Guru—
semoga perjuanganmu selalu menjadi nyala
yang mencerdaskan negeri,
dari generasi ke generasi
Toili 25 November 2025






















