Banggai, Suarautara.com – Dinas Sosial Kabupaten Banggai merespons cepat beredarnya sebuah video di grup WhatsApp yang menuding pemerintah daerah tidak peduli terhadap keberadaan seorang tuna wisma bernama Marwah.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Banggai, Rudi P. Bulla, S.Sos, bersama stafnya langsung turun melakukan pengecekan lokasi pada Selasa (26/8/2025) di bawah jembatan Kelapa Dua, Kelurahan Simpong, bersama petugas kelurahan dan aparat terkait.
Dalam peninjauan itu, petugas menemukan bahwa tuna wisma tersebut merupakan warga Kabupaten Morowali.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dinsos Banggai mengungkapkan bahwa yang bersangkutan sudah beberapa kali ditangani sejak tahun 2024, bahkan sempat mendapatkan penanganan medis saat hamil hingga proses persalinannya.
Yang bersangkutan bukan warga Banggai, tetapi berasal dari Morowali.
Ia sudah berulang kali dipulangkan bersama bayinya ke daerah asal, namun kembali lagi dengan kondisi yang sama,” tegas Kadinsos Banggai, Rudi P. Bulla, saat dikonfirmasi awak media disambungan teleponnya.
Ia menjelaskan, Dinsos Banggai telah menurunkan dua staf untuk memfasilitasi pemulangan Marwah, sekaligus melakukan koordinasi dengan Dinas Sosial Morowali.
Upaya ini merupakan tindak lanjut agar penanganan bisa lebih terarah sesuai kewenangan daerah asal.
Rudi juga menyayangkan unggahan video yang terkesan menyudutkan pemerintah daerah tanpa mengetahui fakta yang sebenarnya.
Kalau membuat video, sebaiknya dipahami dulu duduk persoalannya. pemerintah daerah, khususnya Dinas Sosial, sudah berulang kali menangani kasus ini.
Jadi jangan serta-merta menuduh pemda abaikan,” pungkasnya.
(.AM’oks69 )






















