BUOL, SUARAUTARA.COM – Rencana aksi lanjutan dari Lasykar Jihad Bela Qur’an kembali digagas. Aksi Jilid II dirancang sebagai bentuk seruan kepada DPRD dan Polres untuk serius menangani isu penistaan terhadap Al-Qur’an yang terjadi beberapa waktu lalu.
Dari informasi yang diperoleh dari sumber resmi, Kelompok yang menamakan Gerakan massa Lasykar Jihad Bela Qur’an saat ini tengah mempersiapkan Aksi Jilid II sebagai lanjutan dari gelombang protes sebelumnya.
Sedangkan untuk titik kumpul direncanakan di wilayah Paleleh dan Paleleh Barat, dengan rute menuju pusat pemerintahan Kabupaten Buol. Aksi ini menargetkan 2 institusi utama sebagai titik aski yakni di gedung DPRD dan Polres Buol, sebagai bentuk desakan untuk penegakan hukum terhadap tindakan penistaan terhadap Al-Qur’an.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Unjuk rasa kali ini bakal diikuti jumlah yang lebih banyak lagi. Organisasi ini berencana menggelar Aksi Jilid II yang lebih terarah dan strategis.
Ketua Lasykar Jihad Bela Qur’an, Mahmud R Abdullah, dalam pernyataannya menyampaikan bahwa aksi ini adalah bagian dari jihad konstitusional untuk menjaga kesucian wahyu Allah.
“Kami sudah mengikuti seluruh nasihat Aparat Kepolisian untuk tetap sabar dan tidak bertindak sendiri, karna kami mencari keadilan.namun kami menilai Aparat kepolisian terkesan memperlambat proses hukum atas penista Al Qur’ an ini kami menganggap Ketika Al-Qur’an dihina, maka diam berarti pengkhianatan. Aksi ini adalah bentuk kasih sayang kami kepada umat dan generasi yang akan datang agar tidak hidup dalam normalisasi kemungkaran,” tegasnya.
“ Aksi ini direncanakan dilakukan secara damai, terarah, dan konstitusional, dengan pengawalan dari internal laskar serta pemberitahuan resmi kepada aparat terkait. Peserta akan membawa simbol-simbol Islam, poster dakwah, dan yel-yel semangat perjuangan bela Al-Qur’an,” ujarnya.
Rencana Aksi Jilid II oleh Lasykar Jihad Bela Qur’an menjadi sinyal bahwa perlawanan terhadap penistaan agama tidak akan padam. Ketua Lasykar, Mahmud R Abdullah, menegaskan bahwa aksi ini tetap menjunjung tinggi akhlak, hukum, dan nilai-nilai Islam—seraya memastikan bahwa suara umat tidak lagi dianggap bisu oleh institusi negara.
Dalam unjuk rasa Jilid II ini para pendemo akan membawa sejumlah tuntutan utama, di antaranya:
- Mendesak DPRD Buol untuk menyuarakan sikap resmi atas kasus-kasus penistaan Al-Qur’an.
- Mendorong Polres Buol agar segera menyelesaikan kasus penodaan agama dengan tegas dan transparan.
- Menyerukan kepada aparat penegak hukum dan tokoh masyarakat agar tidak membiarkan ruang publik dipenuhi oleh narasi kebencian terhadap Islam.***

























