PEP Donggi Matindok Komitmen Selesaikan Masalah Pertanahan dengan Prinsip Berkelanjutan dan Kesejahteraan Bersama

Selasa, 27 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto lokasi yang akan di Selesaikan

Foto lokasi yang akan di Selesaikan

Banggai, Suarautara.com – PT Pertamina EP Donggi Matindok Field (PEP DMF), yang merupakan bagian dari Zona 13 Regional Indonesia Timur Subholding Upstream Pertamina, menunjukkan komitmen kuat dalam menyelesaikan persoalan pertanahan di wilayah operasionalnya. Perusahaan hulu migas ini menegaskan bahwa penyelesaian masalah tanah akan dilakukan secara berkelanjutan, adil, dan transparan dengan mengedepankan prinsip kesejahteraan bersama.

Permasalahan terkait kepemilikan dan penggunaan lahan yang melibatkan masyarakat sekitar wilayah operasi PEP DMF menjadi perhatian utama. Perusahaan menyatakan telah mengambil langkah-langkah konkrit untuk mencari solusi terbaik bagi semua pihak yang terlibat.

PEP DMF di bawah pimpinan Field Manager Ridwan Kiay Demak, bekerja sama dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan Kejaksaan, dalam rangka menyelesaikan permasalahan tanah yang terkait dengan aset negara, khususnya milik BUMN.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Foto lokasi yang akan di Selesaikan

Proses penyelesaian tengah berlangsung di wilayah kerja Donggi Matindok, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah – wilayah operasi yang berada dalam naungan Zona 13 Regional Indonesia Timur.

Penyelesaian masalah tanah ini penting untuk menjamin kelancaran operasional perusahaan dan mencegah potensi konflik di masa mendatang. Di sisi lain, hal ini juga merupakan bagian dari tanggung jawab sosial PEP DMF terhadap masyarakat serta kepatuhan terhadap regulasi dan hukum yang berlaku.

PEP DMF mengadopsi prinsip Good Corporate Governance (GCG) yang menjamin tata kelola perusahaan secara profesional, transparan, dan akuntabel. Dalam praktiknya, pendekatan kolaboratif dan berkeadilan menjadi kunci utama penyelesaian, dengan terus membangun sinergi bersama BPN dan Kejaksaan guna mengamankan aset BUMN secara hukum.

“Kami berterima kasih atas kerja sama semua pihak dan berharap dapat menemukan solusi terbaik demi kepentingan bersama,” ujar Ridwan Kiay Demak dalam keterangannya.

Komitmen ini menegaskan bahwa PEP DMF bukan hanya berfokus pada produksi energi, tetapi juga peduli terhadap aspek sosial dan keseimbangan hukum di sekitar wilayah kerjanya.

Kontak Media :
Rahmat Drajat – Manager Commrel & CID
Email: rahmat.drajat@pertamina.com
HP: 08125429171

(Edt : AmrillahMokoagow)

Berita Terkait

Respon Cepat Laporan Warga Kasat Samapta Polresta Banggai Bubarkan Balap Liar dan Mobil Parkir di Area Gelap Bandara
Dilahap Sijago Merah Rumah di Jalan Soekarno Luwuk Hangus Terbakar Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran
TNI Dampingi Pengecekan Revitalisasi SMK “Farida Adz-Zikra, Wujud Sinergi Dukung Peningkatan Fasilitas Pendidikan
Pria Asal Luwuk Timur Ditemukan Meninggal di Kamar Hotel Polisi Lakukan Penyelidikan
Polres Tangkap Terduga Pelaku Kekerasan Seksual Terhadap Anak di Banyuputih
Korban Penganiayaan, Kades Bongka Koy Serahkan Bukti Tambahan ke Polres Touna
Nelayan Situbondo yang Hilang Ditemukan Selamat di Pulau Giliyang, 2 Hari Bertahan di Tengah Laut
Pupuk Phonska Melimpah di Bondowoso

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 19:47 WITA

Respon Cepat Laporan Warga Kasat Samapta Polresta Banggai Bubarkan Balap Liar dan Mobil Parkir di Area Gelap Bandara

Minggu, 26 Juli 2026 - 19:02 WITA

Dilahap Sijago Merah Rumah di Jalan Soekarno Luwuk Hangus Terbakar Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran

Minggu, 26 Juli 2026 - 17:07 WITA

TNI Dampingi Pengecekan Revitalisasi SMK “Farida Adz-Zikra, Wujud Sinergi Dukung Peningkatan Fasilitas Pendidikan

Sabtu, 25 Juli 2026 - 05:39 WITA

Polres Tangkap Terduga Pelaku Kekerasan Seksual Terhadap Anak di Banyuputih

Jumat, 24 Juli 2026 - 19:44 WITA

Korban Penganiayaan, Kades Bongka Koy Serahkan Bukti Tambahan ke Polres Touna

Berita Terbaru

Sastra Seni Budaya

Cerpen: “Penulis di Kota Tak Bernama”

Minggu, 26 Jul 2026 - 07:34 WITA