SUARAUTARA.COM, BOLMONG – Tak hanya di pulau Jawa dapat memproduksi Tali Rumpon sebagai alat bantu penting pada proses menangkap Ikan, ternyata alat bantu tangkap ikan ini juga sudah bisa di produksi oleh masyarakat Kabupaten Bolaang Mongondow Provinsi Sulawesi Utara.
Tali Rumpon yang diketahui merupakan alat bantu untuk penangkap Ikan yang bisa memberikan penambahan pendapatan bagi para Nelayan kecil maupun Nelayan kapal Ikan besar.

Dikabupaten Bolmong tepatnya di desa Lolak Kecamatan Lolak ternyata sudah ada yang memproduksi sendiri alat ini. Dari hasil karya tangan anak Totabuan yang diketahui bernaung pada salah satu binaan Koperasi ‘ Totabuan Bahari’. Sebut saja Hambali Singkona dia adalah salah satu warha desa Lolak yang kesehariannya membuat Tali Rumpon tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pada awak media Selasa (16/11/21) Hambali mengatakan, bahwa salah satu cara untuk mengurangi kegiatan penangkapan ikan yang dapat merusak habitatnya maka perlu dilakukan upaya penanggulangannya dengan cara menggunakan Tali Rumpon terbuat dari Tali Rafia, dengan alat ini bisa memberikan hasil cukup bagus bagi para nelayan maupun pengusaha yang bergerak dibidang kelautan, Ungkap Hambali.
“ pembuatan Tali Rumpon ikan ini sebenarnya salah satu cara untuk mengumpulkan ikan, dengan membentuk kondisi dasar laut menjadi mirip dengan kondisi habitat ikan,” ucapnya.
Dengan menggunakan Tali Rumpon ini jelas Hambali, bisa menjadi solusi terbaik untuk meningkatkan hasil produksi penangkapan Ikan di laut.
“ Fungsi Tali Rumpon ini sebagai alat bantu dalam menangkap ikan antara lain, sebagai tempat berkumpulnya ikan dan sebagai tempat berlindung jenis ikan tertentu dari serangan ikan predator. Olehnya Tali rumpon dijadikan alat bantu pemikat ikan pada proses penangkapan ikan dilaut dengan cara sederhana,” Jelasnya.
Menariknya, Tali Rumpon Penangkap Ikan dilaut ini, biasanya dibeli oleh para nelayan di pulau Jawa, tentunya membutuhkan waktu pengiriman melalui metode pemesanan, baru kemudian barang (Tali Rumpon) tersebut akan dikirim ke daerah,” tambahnya.
Hambali kemudian menguraikan proses pemasaran atau pemesanan hasil produksi lokal ini kepada para Nelayan agar membeli produk lokal untuk mendorong kemajuan UMKM untuk pemberdayaan masyarakat.
“ Jadi bagi siapa saja yang ingin memesan atau membeli Tali Rumpon sesuai kebutuhan penangkapan Ikan dilaut maka, di Koperasi Totabuan Bahari desa Lolak kini memiliki stok produksi tidak terbatas,” imbuhnya.
“ Kualitas Tali Rumpon ini bisa bertahan di air laut selama kurang lebih 4 sampai 5 tahun, Sehingga manfaat penggunaannya terbilang cukup lama”. Pungkasnya. [RED]
























