Buol – Akibat terjadinya bentrok antara petani pemilik lahan plasma dan buruh perusahaan sawit pada Jum’at lalu (10/5/2024), LBH dan FPPB menggelar aksi menuntut pertanggungjawaban Pemerintah Buol dan PT. HIP (Hardaya Inti Plantation) dalam menyelesaikan masalah kemitraan yang selama ini tidak jelasan
Aksi yang berlangsung pada Rabu (15/5/2024) di depan Kantor Bupati Buol tersebut diterima oleh Asisten 3 Administrasi Umum Setda Buol dan Wakapolres yang dilanjutkan dengan rapat bersama para petani plasma.
Saat menerima massa aksi, Lani Irawati Saleh, Asisten 3 Administrasi umum menyampaikan Aspirasi para petani pemilik lahan sawit ini kemudian akan diteruskan kepada Pj. Bupati Buol sebagai Kepala Daerah untuk dicarikan solusi terbaik segera.
Karena memang ini perlu adanya penyelesaian dari masalah yang terjadi saat ini Antara petani pemilik lahan dan juga Pihak PT. HIP,” terang Lani Irawati.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pogogul Justice, Budianto Eldist yang mendampingi langsung para petani sawit saat aksi secara tegas meminta pihak-pihak terkait segera mencarikan solusi agar tidak terjadi konflik horizontal atar warga.
Kami tidak bisa lepas tangan untuk membiarkan Bapak Ibu berjuang sendiri mencari keadilan, kami juga sudah sampaikan bahwa keinginan kita adalah untuk bermusyawarah dengan pihak PT. HIP mencari solusi terbaik,” ujar Budianto.
Sebagai pendamping hukum para Petani, Budianto sebelumnya juga telah mengirim legal notice kepada pemilik saham PT. HIP, untuk menyelesaikan masalah tersebut ditingkat manajemen.
“Kami layangkan surat kepada Ibu Hartati Murdaya sebagai pemilik PT. HIP, jangan sampai ada pelanggaran disini yang tidak diketahui oleh mereka sebagai pemilik saham,” sambung direktur LBH-PJ ini.
Masyarakat mengharapkan kerjasama yang baik dari pemerintah daerah agar kedepannya tidak lagi tercipta konflik horizontal yang dapat merugikan banyak pihak,” tutupnya.






















