Boltim, SuaraUtara.com – Pemberitaan dengan judul “Mobil Dinas Kepala Syahbandar Kotabunan Diduga Angkut Kayu Hasil Ilegal Loging Dan BBM Bersubsidi” yang sempat viral diklarifikasi oleh Cristian W Egam selaku kepala syahbandar pelabuhan kotabunan saat bersua diruang kerja Kasat Intel Polres Kab. Bolaang Mongobdow Timur (Boltim) pada senin (7/8/23).
Dimana dalam pemberitaan itu ada beberapa dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh kepala syahbandar yaituh dugaan penyalagunaan jabatan, fasilitas yang diberikan negara berupa kendaraan dinas diklarifikasi oleh yang bersangkutan yaituh Kepala syahbandar kotabunan.
Menurut Kepala syahbandar Cristian W Egam bahwa selama ia menjadi ASN tidak pernah menyalagunakan wewenang dan jabatan serta menyalagunakan fasilitas negara berupa kendaraan dinas untuk hal-hal yang melanggar hukum.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Lanjutnya lagi, soal kendaraan dinas yang diganti dengan plat hitam beberapa waktu lalu itu sudah dikoordinasikan dengan pihak kepolisian, karena pada waktu itu saya masuk dalam bagian tim kegiatan HUT Polres Boltim maka tidaklah etis menggunakan plat merah, dan mobil itu hanya diparkir diseputaran kegiatan drag race, ungkapnya.
Sementara itu untuk kayu (papan) sebanyak 20 lembar yang diangkut dimobil itu, itu bukan kayu hasil dari ilegal loging melainkan kayu mal sisah proyek ditorosik yang dibeli di Kab. Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel).
Untuk BBM jenis solar sebanyak tiga gelon dari sisah yang dipakai yang diangkut dimobil, itu merupakan BBM operasional saya sehari-hari, karena wilayah kerja saya dari pelabuhan kotabunan yang ada di Boltim sampai di kec. Mamalia Kab. Bolsel.
Karena jangkauan wilayah kerja saya luas dan disepanjang jalan itu hanya ada satu pengisian BBM yaituh SPBU tutuyan maka saya harus membeli solar agak banyak sebagai stok untuk perjalan dinas pulang pergi, ungkap Egam.
Untuk kendaraan dinas yang saya gunakan, itu bukan kendaraan milik pemda Boltim melainkan bantuan dari kementrian perhubungan yang diperuntukan untuk operasional kepala syahbandar kotabunan, ungkapnya.
Jadi ini perlu saya luruskan dan klarifikasi kata Egam soal pemberitaan itu agar tidak bias seolah-olah saya menyalagunakan wewenang dan jabatan serta menyalagunakan fasilitas negara ( kendaraan dinas) bahwa semua itu tidak benar, saya tugas di Boltim dan menjabat sebagai kepala syahbandar pelabuhan kotabunan ingin membangun daerah ini lebih baik sesuai dengan sumpah jabatan yang dipercayakan, tandasnya.
(Rinto)






















