SUARAUTARA.COM, BUOL – dr Rudi sapaan akrab mantan Bupati Buol dua periode langsung menanggapi terkait video pengusiran warga desa Tolau Kecamatan Paleleh, yang terjadi pada Minggu, (30/7/2023).
Kepada media ini, Selasa, (1/8/2023), Ia menjelaskan, bahwa peristiwa dalam video itu bukan diusir ataupun ditolak warga desa Tolau, tapi mereka memintanya untuk turun dari mobil dan berjalan kaki bersama warga.
dr.Amiruddin Rauf,Sp.Og, M.Si, kemudian mengklarifikasi video yang beredar di media sosial agar tidak menjadi bola liar yang menggambarkan bahwa kunjungannya di tolak di usir warga setempat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut penuturan Caleg DPR RI dari partai Demokrat ini, sangat jelas dalam video warga sampaikan tidak menolak kedatangan dirinya saat silahturahmi.
” mereka meminta untuk turun dari mobil dan jalan kaki bersama mereka menuju tempat silaturahmi di Balai desa sambil melihat jalan mereka yang rusak,” tuturnya .
” Adapun kehadiran saya di Paleleh dalam perjalanan ke Jakarta lewat bandara Gorontalo. Kesempatan ini saya gunakan menghadiri silaturahmi dengan aparat desa di masing masing desa sebanyak dua belas desa,” imbuhnya.

Labih jauh dr Rudi menyebutkan bahwa dirinya tidak memenuhi permintaan warga untuk jalan kaki, karena mengingat dirinya bukan lagi siapa-siapa, hanya warga negara biasa dan Ia memuruskan melanjutkan ke desa lain yang pada saat itu sudah menunggu kedatangan dirinya.
Serangkaian kunjungan di desa Tolau kata dr Rudi, ada juga warga di desa Paleleh yang dihadiri untuk silaturahmi.
” Jadi intinya tidak ada pengusiran, mereka hanya minta saya turun dari Mobil jalan bersama mereka untuk melihat kondisi jalan yang rusak, dan soal kondisi jalan di desa Tolau itu, sudah di programkan sejak 2019, hanya karena Pandemi Covid 19, tidak ada belanja DAU untuk jalan, semua dialihkan untuk ketahanan pangan,” pungkasnya. **
























