Suarautara.com.|Buol – Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Buol, Drs. Arianto Rioeh, M.Si, pimpin rapat evaluasi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui penerimaan retribusi Pasar, di ruang rapat Sekda lantai II Kantor Bupati, Rabu (14/6/2023).
Turut mendampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Kepala Dinas Koperasi UMKM, Perindustriaan dan Perdagangan Kabupaten Buol, Dra. Ikhlasiani T Tonggil, M, AP.

Rapat yang berlangsung tersebut juga turut dihadiri para Camat dan pengelolah pasar se Kabupaten Buol.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Peningkatan PAD dapat dicapai salah satunya adalah dengan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat sehingga menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk membayar pajak/retribusi.
Diketahui, kegiatan penerimaan retribusi pasar merupakan bentuk komitmen Diskumperindag sebagai salah satu dinas yang bertugas dalam pemungutan retribusi daerah serta kegiatan ini juga untuk menghindari penunggakan pembayaran dari penyewa toko/kios/lapak di Pasar milik pemerintah, sehingga Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dapat terwujud.
Selain itu, pada setiap bulannya pengelolah Pasar juga melakukan Penagihan Retribusi Pasar sewa toko/kios/lapak yang ada.
Siep Kerjasama Operasional (KSO) merupakan kerja sama operasional yang di KSO Jan pengelolaan Pasar dan yang ber KSO adalah Dinas Tehnis yakni Perindakop dengan para Camat.
Asisten 2 Setda Buol Drs. Arianto Rioeh, M.Si, kepada suarautara.com, mengungkapkan untuk kabupaten Buol sendiri, penerimaan retribusi pasar masih minim dan belum dapat meningkatkan PAD yang begitu besar, sehingga dalam kegiatan ini diharapkan dapat di evaluasi untuk peningkatan dimaksud.
” Siep kemarin kita evaluasi pengelolaan retribusi Pasar yang di KSO dengan para Camat dari beberpa kecamatan, ada 2 Kecamatan saat ini sudah berjalan bagus, yakni Bunobogu dan Lakea, sedangkan untuk kecamatan lainnya, belum maksimal karena masalah transisi manajemen sehingga masih mencari format yang pas sesuai kondisi wilayah masing-masing, sehingga secara umum hasil evaluasi Triwulan 1 dan 2 belum mencapai target,” beber Arianto Rioeh, Selasa (13/6/2023).
Ia pun berharap kedepan hal ini akan dievaluasi pimpinan dan beberapa Camat, apakah KSO akan dilanjutkan atau pengelolahannya dikembalikan ke Dinas Tekhnis.
” InsyaAllah ini akan menajdi bahan evaluasi pimpinan untuk beberapa Camat, apakah KSO itu akan dilanjutkan atau pengelolaan akan serahkan kembali pada Dinas Tekhnis,” pungkasnya. (can)
























