“Menyembuhkan Luka di Tanah Pogogul”

Sabtu, 28 Mei 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penulis : Andi Asrawaty,S.S.,M.Hum

Di akhir tahun 2020 saya tidak pernah membayangkan bahwa saya akan bisa mengadakan peluncuran dan bedah buku yang sangat ramai dan besar seperti yang kami adakan pada tanggal 22 Mei 2022 di Gedung Sri Utami. Acara ini dipenuhi oleh pecinta buku yang ingin menyaksikan peluncuran dan bedah buku “Menyembuhkan Luka di Tanah Pogogul”. Sebuah buku antologi penulis-penulis Buol. Saat mengerjakan proyek buku ini situasi pandemi masih sangat menghantui, berbagai macam perasaan menggelayut dalam ketidakpastian. Semua orang tertahan untuk saling bertemu, kita harus puas ketika semua kegiatan berubah menjadi daring, dan kita harus tetap menjaga kewarasan Ketika tetap di rumah. Dan lebih dari itu, pandemi mengajarkan kita untuk tidak menyerah pada keadaan, untuk dapat berkarya di dalam situasi yang begitu sulit.

Semua perasaan tersebut memberi kami semacam dorongan untuk kembali berkarya, dan sejatinya, bagi penulis situasi “kesunyian” yang tercipta saat pandemi harusnya mampu menerbitkan inspirasi tak bertepi. Maka dengan berani saya memulai project pengumpulan tulisan ini. Ide penyusunan buku ini sebenarnya bermula dari keinginan kembali mengumpulkan karya para penulis pogogul buku dalam ke dua setelah Buku perdana “Kisah-Kisah dari Tanah Pogogul” terbit. Dalam buku ke dua ini saya kemudian mengusung tema Pendidikan, dan tercetuslah judul “Menyembuhkan Luka di Tanah Pogogul”, karena bagi saya Pendidikan adalah cara paling ampuh untuk menyembuhkan luka. Luka yang timbul bukan karena berdarah, tapi luka yang timbul oleh berbagai keresahan dan permasalahan. Saya berharap karya tersebut mampu menjadi solusi yang menyembuhkan berbagai permasalahan dari Pendidikan di Tanah Pogogul saat ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada akhir April 2022, bertepatan dengan akhir Ramadhan setelah proses perjalanan panjang dalam proses penyusunan ide, pengumpulan serta penerbitan dalam buku Menyembuhkan Luka di Tanah Pogogul terbitlah 39 tulisan dari 39 penulis yang terdiri dari 15 cerpen, 13 esai dan 11 puisi. Walaupun mengangkat tema Pendidikan para penulis tidak hanya terdiri dari para guru, siswa dan praktisi pendidikan, namun juga beberapa ASN dan pegiat literasi yang juga ingin menyumbangkan buah pemikirannya untuk dunia Pendidikan di Buol melalui tulisan.

Hari itu, tanggal 22 Mei 2022 di Aula Gedung Sri Utami, saya sudah mulai harap-harap cemas. Tidak lama kemudian, satu persatu penulis dan undangan datang memenuhi ruangan dan wajah-wajah yang paling kami tunggu satu-persatu hadir. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Drs. Abdullah lamase,M.Pd.I, yang akan membuka acara secara resmi. Perwakilan penulis sebagai pembicara yakni Kepala Dinas Olahraga dan Pariwisata Buol, Dr. Tonang Mallongi, M.A, Kepala Kantor Kementrian Agama Kab. Buol Udz Nurkhairi S. Ag.,M.Si, dan Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kemenag Buol, Udz. Richard Muksin, S.Ag.,M.Ag. Telah hadir pula Budayawan Maryam G Mailili dan Pegiat Literasi, Patricia sebagai pembedah.

Acara dibuka dengan laporan ketua panitia Andri M Nurdin, S.M yang juga merupakan ketua Komunitas Literasi Buol Educare Instutute (BEI) sekaligus Sekretaris Yayasan Pendidikan Buol Educare mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan lanjutan sekaligus puncak acara dari rangkaian Pelatihan Kepenulisan Intensif yang telah dilaksanakan 11 januari- 11 Maret 2022 untuk melatih berbagai pihak untuk menuliskan idenya melaui tulisan. Peluncuran dan bedah buku “Menyembuhkan Luka di Tanah Pogogul” ini juga merupakan salah satu program kerja Buol Educare Institute sekaligus realisasi dari program pelatihan Accelerator Program oleh organisasi internasional Volunteer in Asia untuk meningkatkan kualitas pendidikan khususnya literasi di Kabupaten Buol sebagai program yang berkelanjutan.

Acara pembukaan berlanjut dengan sambutan Ketua Yayasan Pedidikan Buol Educare, Andi Asrawaty,S.S.,M.Hum yang mengungkapkan rasa syukurnya serta terimakasih kepada berbagai pihak atas terselenggaranya kegitan ini. Dikesempatan langka tersebut, pegiat literasi tersebut mengumumkan berdirinya Yayasan Pendidikan Buol Educare yang akan mewadahi mimpi komunitas literasi BEI yang lebih besar. Kedepannya mereka akan membuka pendidikan keaksaraan yang akan menjangkau anak-anak putus sekolah dan menanamkan literasi sejak dini dengan mendirikan lembaga PAUD.

“Acara ini adalah acara spektakuler, karena sejarah akan menjadi abadi jika ingatan kita akan tertinggal dalam sebuah karya tulis.” Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dalam sambutannya. Salin itu, beliau memberi apresiasi yang tinggi terhadap penerbitan buku “Menyembuhkan Luka di Tanah Pogogul” Di kesempatan tersebut Kepala Dinas juga menghimbau semua pihak bisa untuk bisa bergandeng tangan untuk bersama-sama menangani permasalahan rendahnya literasi. Oleh karenanya pentingnya buku ini secara tidak langsung dalam peningkatan indeks pembangunan masyarakat, khususnya di Kab. Buol.

Sebagai pembicara Dr. tonang Mallongi Sahura sangat senang bisa bergabung dalam proyek penulisan buku ini. Di masa pandemi walaupun segala sesuatu dibatasi, namun daya pikir dan nalar tidak terbatas oleh waktu dan tempat, oleh karenanya beliau menuliskan kisah perjalanan meraih beasiswa ke negeri Belanda, semoga bisa menjadi inspirasi bagi kaum muda. Sama halnya dengan Udz. Nurkhairi beliau berharap tulisan dalam buku ini bisa menjadi referensi bacaan yang bisa diperoleh di setiap sekolah di Kab. Buol mengingat langkahnya referensi bacaan lokal, tentunya buku ini adalah sebuah kabar gembira yang semoga disambut dan dapat difasilitasi oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Buol.

Pembicara lain, Ustad Richard Muksin menuturkan ketika diajak menulis dalam buku ini bak membangunkan raksasa yang tertidur karena sejatinya Ia adalah pecinta buku. Selama ini karena berbagai kesibukan Beliau hampir merupakan keinginannya menulis,

Buku ini kemudian dibedah oleh Budayawan Buol, Bunda Maryam G. Mailili yang menerangkan lebih jauh filosofi menyembuhkan luka jika dihubungkan dengan cerita rakyat yakni Boyo Pogut, salah satu tulisan yang diangkat dalam buku ini kita tidak boleh menyebarkan fitnah, bukan hanya di dunia nyata namun juga di dunia maya, olehnya, beliau berharap agar generasi muda memiliki keterampilan literasi yang tinggi agar dapat memfilter berita hoax.

Patricia Ain sebagai pembedah penutup mengungkapkan begitu banyak hal menarik yang dia temukan saat membaca buku “Menyembuhkan Luka di Tanah Pogogul”, secara umum karena waktu yang terbatas beliau membedah 3 karya. Karya cerpen yang mendapat perhatian yaitu cerpen dengan judul “Banyu Anjlok di Kaki Langit Kalaka” walaupun memiliki alur yang datar namun narasi dalam cerpen berhasil menunjukkan bahwa Buol adalah negeri yang memiliki banyak tempat-tepat yang begitu indah, bahkan yang belum pernah terekspose sebelumnya, ini tentunya menjadi potensi pariwisata yang haris dijaga dan dilestarikan.

Pada bagian Esai, Pegiat LIterasi dari Komunitas Mongopi Kaki Lima ini sangat tertarik dengan salah satu Esai karya Ustad. Richard dengan judul “Sisi Pendidikan Yang Terabaikan” juga puisi “Meninggikan Derajat Keluargaku” kedua karya tersebut berhasil membawa kritik sosial bahwa sejatinya Pendidikan formal tidak serta-merta dapat membawa kesuksesan, Pendidikan memiliki banyak dimensi yang harus dibangun dan diperhatikan, nilai-nilai yang didapat di sekolah tidak selalu berkolerasi positif dengan prilaku seseorang di masa yang akan datang.

Di akhir pertemuan semua pembicara, pembedah bahkan peserta sepakat bahwa terbitnya buku ini menjadi semacam spirit yang diharapkan mampu menjadi pemantik untuk terus berkarya dalam kondisi apapun. Semoga buku “Menyembuhkan Luka di Tanah Pogogul” mampu menjadi referensi bacaan wajib bagi sekolah-sekolah di Kab. Buol. Bak sebuah perayaan, peluncuran dan bedah buku ini mampu mengobati rasa rindu sebagai pertanda pandemi telah selesai (semoga).

 

Penulis

Andi Asrawaty,S.S.,M.Hum (Ketua Yayasan Pendidikan Buol Educare dan Inisiator Buku “Menyembuhkan Luka di Tanah Pogogul”)

 

.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Biodata Singkat Penulis

Andi Asrawaty, atau biasa disapa Mam Asra, seorang ibu rumah tangga dan dosen. Asra sekarang menetap di Kabupaten Buol, kabupaten terujung di Sulawesi Tengah. Selain menjadi seorang istri dan ibu, Asra membangun komunitas berbasis wirausahasosial yaitu Buol Educare Institute yang fokus mengkampanyekan budaya literasi. Penulis dapat dihubungi di media sosial dengan akun Facebook: Andy Asrawaty dan Instagram: @andiasrawaty

 

Berita Terkait

Bupati Risharyudi Triwibowo: Generasi Muda Harus Jadi Agen Perubahan dan Penjaga Toleransi
Pemerintah Kabupaten Buol Gelar Upacara Hardiknas 2026
Dinas Perpustakaan Kabupaten Buol Dorong Transformasi Perpustakaan Desa Jadi Pusat Belajar Masyarakat
Sekda Touna: Belanja Pegawai Dibatasi 30 Persen Mulai 1 Januari 2027
Dorong Pendidikan Berkelanjutan, Pemkab Buol Permudah Akses Kuliah Jalur RPL
Peringati Hari Otonomi Daerah ke-XXX, Wabup Buol Ajak Wujudkan Asta Cita di Daerah
Panitia Matangkan Persiapan, Pelantikan Pengurus KONI Touna Digelar Besok
Pererat Sinergi Pembangunan, Pemkab Buol Lakukan Kunjungan Kerja ke Gorontalo Utara
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 19:46 WITA

Bupati Risharyudi Triwibowo: Generasi Muda Harus Jadi Agen Perubahan dan Penjaga Toleransi

Sabtu, 2 Mei 2026 - 19:39 WITA

Pemerintah Kabupaten Buol Gelar Upacara Hardiknas 2026

Rabu, 29 April 2026 - 17:47 WITA

Dinas Perpustakaan Kabupaten Buol Dorong Transformasi Perpustakaan Desa Jadi Pusat Belajar Masyarakat

Selasa, 28 April 2026 - 19:44 WITA

Sekda Touna: Belanja Pegawai Dibatasi 30 Persen Mulai 1 Januari 2027

Selasa, 28 April 2026 - 18:23 WITA

Dorong Pendidikan Berkelanjutan, Pemkab Buol Permudah Akses Kuliah Jalur RPL

Berita Terbaru

Daerah

Pemerintah Kabupaten Buol Gelar Upacara Hardiknas 2026

Sabtu, 2 Mei 2026 - 19:39 WITA

Nasional

Selamat Hardiknas 2 Mei : SEKOLAH DAN “CACAT” SASTRA

Sabtu, 2 Mei 2026 - 18:08 WITA