SuaraUtara.com, TOLITOLI – Wakil Gubernur Sulawesi Tengah dr. Reny Arniwaty Lamadjido, M.Kes melantik Pengurus Ikatan Dokter Indonesia atau IDI Cabang Tolitoli periode 2026 sampai 2029 dan Pengurus Perhimpunan Dokter Umum Indonesia atau PDUI Komisariat Tolitoli periode 2024 sampai 2027.
Pelantikan berlangsung di Aula Hotel Mitra Utama Tolitoli, Minggu 9/8/2026 pukul 09.00 WITA.
Dr. Reny yang juga menjabat sebagai Ketua IDI Wilayah Provinsi Sulawesi Tengah menegaskan bahwa pelantikan tersebut bukan sekadar agenda organisasi, tetapi menjadi awal tanggung jawab besar dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan turut dihadiri Bupati Tolitoli Hi. Amran Hi. Yahya, Ketua DPRD Tolitoli Hj. Sriyanti Dg. Parebba, unsur Forkopimda, Kepala Dinas Kesehatan Tolitoli M. Nasir Dg. Marumu, Ketua IDI Cabang Tolitoli dr. Musta’ina, Sp.KJ, Ketua Pengurus Cabang PDUI Sulteng dr. Rossalin Tresnawaty Lago, para ketua organisasi profesi serta sejumlah undangan.
Pelantikan diawali dengan laporan ketua panitia, pembacaan susunan pengurus, pengambilan sumpah jabatan, penyerahan pataka IDI dan penandatanganan berita acara pelantikan IDI dan PDUI.
Pengurus IDI Cabang Tolitoli periode 2026 sampai 2029 dipimpin dr. Musta’ina, Sp.KJ sebagai ketua, dr. Annisa Rachma Mulyani Munawar sebagai sekretaris dan dr. Veronicha Anggarai sebagai bendahara.
Sementara Pengurus PDUI Komisariat Tolitoli periode 2024 sampai 2027 dipimpin dr. Suryani sebagai ketua, dr. Kalsum sebagai sekretaris umum dan dr. Nurul Afriani sebagai bendahara.
Ketua IDI Cabang Tolitoli dr. Musta’ina menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.
Ia juga berharap Pemerintah Kabupaten Tolitoli memberikan dukungan dalam penyediaan tempat yang dapat digunakan sebagai sekretariat IDI Cabang Tolitoli.
Bupati Tolitoli Hi. Amran Hi. Yahya menegaskan bahwa dokter memiliki peran penting dalam membangun masyarakat yang sehat dan produktif.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, IDI, PDUI dan seluruh pemangku kepentingan harus terus diperkuat agar pelayanan kesehatan semakin baik, merata dan mudah diakses masyarakat.
Bupati berharap pengurus baru mampu menjadi motor penggerak organisasi yang solid, inovatif dan memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan kesehatan di Kabupaten Tolitoli.
Sementara itu, Wakil Gubernur Sulawesi Tengah dr. Reny Lamadjido meminta IDI dan PDUI Tolitoli mengambil peran lebih besar dalam mendukung program kesehatan pemerintah, terutama dalam upaya menurunkan angka stunting dan memperkuat layanan kesehatan dasar.
Menurut dr. Reny, organisasi profesi kedokteran harus menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjalankan berbagai program kesehatan.
Ia mendorong IDI dan PDUI Tolitoli memperkuat program penurunan stunting, meningkatkan mutu pelayanan medis di rumah sakit dan puskesmas, serta memastikan pelayanan diberikan secara humanis dengan mengutamakan keselamatan pasien.
Dr. Reny juga meminta pengurus baru menyusun program kerja yang konkret, realistis dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Program tersebut diharapkan dapat disinkronkan dengan kebijakan pembangunan kesehatan Pemerintah Kabupaten Tolitoli dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.
Selain itu, organisasi profesi diminta memperkuat solidaritas internal, menjaga integritas, memberikan perlindungan hukum dan pembinaan etika profesi kepada para dokter.
Peningkatan kompetensi dokter secara berkelanjutan juga dinilai penting untuk menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan yang terus berkembang.
Dr. Reny menegaskan bahwa pelantikan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan awal dari amanah besar untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.***

























